153 Positif Corona di DIY, Klaster Grosir Sumbang 7 Kasus

CNN Indonesia | Minggu, 10/05/2020 23:08 WIB
Karyawan merapikan Produk makanan yang dijual di swalayan Gelael Tebet. (CNN Indonesia / Hesti Rika) Ilustrasi pusat perbelanjaan. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Klaster Virus Corona di Indogrosir Sleman, D Yogyakarta, per Minggu (10/5), memiliki tujuh kasus positif Covid-19. Satu orang di antaranya, yang merupakan karyawan grosir itu, sudah dinyatakan sembuh.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, mengatakan dari hasil tes swab terhadap 57 karyawan di swalayan tersebut, pada Sabtu (9/5), menunjukkan bahwa enam di antaranya dinyatakan positif Corona.

"Hasil positif, kemarin (Sabtu) dari Bantul 3 orang. Sekarang dari Sleman juga ada 3 orang," ungkapnya, Minggu (10/5).


Sebelumnya, satu pasien kasus 79 atau karyawan pertama dari swalayan tersebut yang lebih dulu dinyatakan positif sudah sembuh.

"Kasus 79 itu laki-laki usia 45 tahun, warga Sleman," imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menambahkan hasil tes PCR yang keluar itu baru dari karyawan yang diperiksa dengan rapid test, pada 2 Mei, dan sebagian kecil pada 4 Mei.

"Hari Sabtu (2/5), baru 3 orang yang dinyatakan positif, yakni warga dari Bantul. Untuk yang hari Senin (4/5), ada 3 orang yang juga dinyatakan positif, yakni warga Sleman. Lainnya belum diketahui hasilnya." tuturnya.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo bakal melakukan rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat terhadap para pengunjung Indogrosir.

"RDT ini ditujukan kepada pengunjung Indogrosir yang melakukan transaksi pada periode 19 April - 4 Mei 2020," kata dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (8/5).

Selain dari klaster pusat perbelanjaan, Pemprov DIY juga mengumumkan ada tambahan kasus positif dari klaster jamaah tablig akbar.

Berty mengungkapkan tambahan kasus itu ialah dua warga negara asing (WNA) asal India berdasarkan hasil tes swab PCR. Mereka sebelumnya dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test dan sempat menjalani karantina di Gedung Diklat Gunung Sempu, Bantul.

"Ketika di Gunung Sempu beberapa hari lalu, kami ulang rapid test, hasilnya 3 reaktif. Lalu dibawa ke RS Hardjolukito untuk menjalani tes swab, dan dinyatakan 2 positif," paparnya.

Dengan demikian, berdasarkan data Posko Terpadu Penanganan Covid-19 DIY, per Minggu (10/5) pukul 16.00 WIB, jumlah pasien positif di DIY mencapai 153 orang. Dari jumlah tersebut, 60 orang telah dinyatakan sembuh, dan tujuh orang meninggal dunia.

(sut/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK