Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, mengatakan dari hasil tes swab terhadap 57 karyawan di swalayan tersebut, pada Sabtu (9/5), menunjukkan bahwa enam di antaranya dinyatakan positif Corona.
"Hasil positif, kemarin (Sabtu) dari Bantul 3 orang. Sekarang dari Sleman juga ada 3 orang," ungkapnya, Minggu (10/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus 79 itu laki-laki usia 45 tahun, warga Sleman," imbuhnya.
"Hari Sabtu (2/5), baru 3 orang yang dinyatakan positif, yakni warga dari Bantul. Untuk yang hari Senin (4/5), ada 3 orang yang juga dinyatakan positif, yakni warga Sleman. Lainnya belum diketahui hasilnya." tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo bakal melakukan rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat terhadap para pengunjung Indogrosir.
"RDT ini ditujukan kepada pengunjung Indogrosir yang melakukan transaksi pada periode 19 April - 4 Mei 2020," kata dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (8/5).
Selain dari klaster pusat perbelanjaan, Pemprov DIY juga mengumumkan ada tambahan kasus positif dari klaster jamaah tablig akbar.
Berty mengungkapkan tambahan kasus itu ialah dua warga negara asing (WNA) asal India berdasarkan hasil tes swab PCR. Mereka sebelumnya dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test dan sempat menjalani karantina di Gedung Diklat Gunung Sempu, Bantul.
Dengan demikian, berdasarkan data Posko Terpadu Penanganan Covid-19 DIY, per Minggu (10/5) pukul 16.00 WIB, jumlah pasien positif di DIY mencapai 153 orang. Dari jumlah tersebut, 60 orang telah dinyatakan sembuh, dan tujuh orang meninggal dunia.
(sut/arh)