Dengan disediakannya rumah masa depan tersebut, DPRD Kabupaten Pamekasan menilai tidak akan ada lagi orang tidak mampu yang terlantar.
Menurut anggota Fraksi Demokrat DPRD Pamekasan Ismail, pandemi Covid-19 membuat warga miskin di Kabupaten Pamekasan mendadak bermunculan ke permukaan karena ingin mendapatkan bantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi: Hati-hati Melonggarkan PSBB |
Padahal, sambung Ismail, dari sisi syariat agama, orang tidak mampu wajib diberi perhatian, apalagi dipandang dari sisi aturan pemerintah. Melalui faktor-faktor tersebut, semua pihak utamanya pemerintah harus ikut andil memberantas situasi keterpurukan ini.
Ismail mengungkapkan, warga miskin di Kabupaten Pamekasan jumlahnya banyak, baik di tingkat kota maupun di pelosok desa. Ia mengklasifikasikan warga miskin itu mulai dari sisi fisik yang sudah tidak dapat bekerja alias lumpuh akibat penyakit.
![]() |
Data yang dirangkum CNNIndonesia.com berdasarkan laporan terakhir data kemiskinan di Kabupaten Pamekasan per Desember 2019, terjadi peningkatan dari jumlah 482.205 menjadi 482.305 penduduk. Data ini berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial RI.
Pemkab Pamekasan sendiri mengalokasikan dana sebesar Rp2,1 miliar lebih untuk membantu warga miskin dan kurang mampu bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
"Ini merupakan bagian dari ikhtiar yang kami lakukan untuk terus menekan angka kemiskinan dan memberdayakan warga miskin dan kurang mampu di Pamekasan ini," tutur Badrut Tamam. (nrs/ugo)
