Yuri mengatakan penghentian penerbangan domestik ini juga menghambat pengiriman relawan dan tenaga ahli kesehatan dari satu daerah ke daerah lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengecualian pada kelompok barang, orang yang memang tugasnya menangani corona, diizinkan terbang dinas. Sekali lagi perjalanan dinas," kata Yuri.
"Ini yang diizinkan terbang. Tujuannya juga jelas, apa yang dikerjakan juga jelas, dan juga jelas kapan akan kembali lagi," ujarnya.
Yuri pun meminta agar masyarakat tidak memaknai izin penerbangan domestik ini sebagai kebijakan relaksasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Ini bukan relaksasi PSBB, PSBB tetap dilakukan, tetap disiplin. (Izin terbang) dilakukan untuk penyelesaian corona yang telah merata di daerah," katanya.
Sebelumnya, pemerintah kembali membuka izin moda transportasi di tengah larangan mudik dan penerapan PSBB. Sejumlah moda, seperti pesawat terbang dan kereta api sudah mulai membuka ruter perjalanan dari Jakarta ke sejumlah daerah.
Sementara, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay khawatir keputusan pemerintah melonggarkan transportasi umum justru akan membuat jumlah kasus virus corona melonjak. Menurutnya, saat ini kurva kasus corona di Indonesia sama sekali belum menunjukkan penurunan.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menyebut pelonggaran moda transportasi yang dilakukan pemerintah pusat juga semakin menularkan virus corona. Ia khawatir pelonggaran moda transportasi ini ditunggangi para pemudik.
Hingga hari ini, jumlah kasus positif corona atau Covid-19 di Indonesia, secara kumulatif mencapai 14.749 kasus. Dari jumlah tersebut, 1.007 orang meninggal dunia dan 3.063 orang lainnya dinyatakan sembuh. (tst/fra)