Bima Arya Akui Ada Data Ganda Penerima Bansos Corona

CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2020 10:50 WIB
Walikota Bogor, Bima Arya saat berdiskusi di Lembaga Survei Indonesia, Jakarta, Minggu, 25 Januari 2015. CNN Indonesia/Safir Makki Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan akan terus memperbarui data penerima bansos corona agar tepat sasaran. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut ada kemungkinan data ganda warga penerima bantuan sosial (bansos) yang terdampak pandemi virus corona (covid-19). Bima memastikan akan terus memperbarui data tersebut agar bantuan tepat sasaran.

"Sangat terbuka kemungkinan ada penerima ganda, kalau ada yang ganda kita keluarkan, yang mengantre kita naikkan," ujar Bima saat memberikan keterangan di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/5).


Bima menuturkan, warga bisa mengecek apakah terdata sebagai penerima bantuan melalui aplikasi Salur. Warga, kata dia, hanya perlu mengecek menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dari aplikasi tersebut warga juga dapat mengetahui perkembangan skema bantuan yang disalurkan.


"Kalau warga tidak masuk data ke situ bisa melakukan pengajuan. Nanti pengajuan itu masuk ke tahap berikutnya karena data yang ada sekarang pun masih terus kita cleansing," katanya.

Apabila data penerima bantuan sudah terpenuhi, Bima mengatakan bakal mengalihkan ke Program Keluarga Asuh yang rencananya diluncurkan Kamis (14/5) besok. Program ini berasal dari warga yang digunakan untuk membantu warga lain.

Warga membawa bingkisan berupa bantuan sosial dari Presiden di Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat, Senin (4/5/2020). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)


"Itu dana dari warga untuk warga. Satu keluarga bantu satu keluarga," ucap Bima.

Dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non DTKS, tercatat ada 156.192 Kepala Keluarga penerima bantuan di Kota Bogor. Dari jumlah tersebut, 23 ribu di antaranya merupakan non-DTKS. Sementara sisanya dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo diketahui memberikan bantuan kepada warga yang terdampak pandemi corona di Indonesia. Bantuan itu berupa bantuan langsung tunai senilai Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan ke depan dan paket sembako.

Tercatat, setidaknya 2,5 juta jiwa atau 1,2 juta KK di DKI Jakarta dan 1,6 juta atau 576 ribu KK di Bodetabek yang akan mendapat paket sembako ini.

(psp/wis)

[Gambas:Video CNN]