Saat CNNIndonesia.com berada di lokasi, setiap penumpang akan dicek suhu tubuhnya sebelum masuk ke gerbong. Petugas juga selalu mengingatkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi, terutama menjaga jarak satu sama lain dan memakai masker.
Meski demikian, ada saja orang yang menganggap sepele protokol kesehatan yang diimbau petugas. Hal itu tentu membuat gusar mereka yang mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zainal heran. Sudah hitungan bulan pemerintah mengimbau agar masyarakat berjaga jarak satu sama lain. Di berbagai tempat, petugas di lapangan pun kerap mengingatkan. Namun, selalu ada orang yang tidak menjaga jarak.
"Khawatir sih pasti khawatir ya. Cuman mau bagaimana," katanya.
Zainal sendiri bekerja sebagai kurir pengantar barang di Jakarta. Seperti masyarakat umumnya, dia pun khawatir dengan pandemi virus corona. Alih-alih bekerja di rumah, profesi Zainal justru menuntutnya bertemu banyak orang.
"Saya juga kerjaannya sebagai kurir. Kalau enggak kerja keluarga nanti makan apa," keluhnya.
Tidak semua penumpang KRL mematuhi protokol kesehatan, sehingga membuat penumpang lain cemas tertular virus corona (CNNIndonesia/Safir Makki) |
Indah sendiri baru pekan ini bekerja kembali di kantor usai bekerja di rumah selama beberapa pekan.
"Ya kerja sajalah, daripada di PHK," kata Indah seraya tertawa.
Dia tak tahu pasti mengapa kantornya kembali memberlakukan kegiatan di kantor meski pandemi virus corona belum berakhir. Akan tetapi, Indah menduga itu berkaitan dengan pemerintah yang mengizinkan pegawai di bawah usia 45 tahun untuk kembali bekerja.
Terlepas benar atau tidak, Indah merasa hanya cukup menjalankan kewajibannya, yakni bekerja ketimbang kena PHK.
"Mungkin karena pemerintah kan sudah bolehin warga di bawah 45 tahun untuk kembali bekerja," kata dia. (ndn/bmw)
Tidak semua penumpang KRL mematuhi protokol kesehatan, sehingga membuat penumpang lain cemas tertular virus corona (CNNIndonesia/Safir Makki)