Tiga Pasien Corona di RSPAD Sembuh Pakai Terapi Plasma Darah

CNN Indonesia | Kamis, 14/05/2020 16:46 WIB
Dokter berdiri di ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Ilustrasi penanganan virus corona. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua sampai tiga pasien positif virus corona yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto dinyatakan sembuh usai menggunakan terapi plasma darah.

Pernyataan kesembuhan itu disampaikan Ketua Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute Amin Soebandrio kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/5).

"Sudah ada dua sampai tiga pasien yang sembuh (karena terapi plasma darah), kira-kira dua hingga tiga minggu yang lalu," kata Amin.


Menurut Amin, terapi ini hanya diperuntukkan bagi pasien yang penyakit Covid-19 level berat, misalnya perlu bantuan ventilator dan memiliki penyakit bawaan.

"Jadi ini (terapi plasma darah) hanya dibolehkan kepada mereka yang penyakitnya berat, tidak untuk yang ringan dan tidak boleh untuk pencegahan," tutur Amin.

Terapi plasma darah untuk penanganan Covid-19 ini sendiri rencananya akan mulai diterapkan secara serentak usai lebaran nanti, setelah protokol nasional selesai dibuat.

"Kemarin kami baru menyepakati protokol nasional untuk penerapannya di rumah sakit dan juga proses pengambilan donor," ucap Amin.

"Setelah protokol itu selesai, diharapkan minggu ini bisa ditandatangani, dan minggu depan atau sehabis lebaran sudah bisa diterapkan," ujar Amin menambahkan.

Amin menjelaskan, proses pendonoran plasma darah ini tidak jauh berbeda dengan donor darah pada umumnya. Darah yang yang diambil dari pasien sembuh Covid-19 nantinya akan dimasukkan ke mesin, lalu plasma akan dipindahkan dari sel.

Kemudian sel tersebut dikembalikan ke dalam tubuh, agar pasien tidak kehilangan selnya. Setelah plasma masuk ke dalam tubuh pasien, pasien tersebut akan diamati secara intensif selama satu minggu.

Penggunaan plasma darah ini merujuk kepada estimasi tenaga medis di China, yang hanya dalam beberapa hari pasien sudah akan menunjukkan tanda-tanda membaik. (din/gil)

[Gambas:Video CNN]