Gugus Tugas: Gelombang Kedua Corona Seharusnya Tidak Terjadi

CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2020 05:40 WIB
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh warga di pos pemeriksaan (check point) Rungkut Menanggal Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2020). Pada hari kelima pelaksanaan PSBB di Surabaya, petugas gabungan di pos pemeriksaan tersebut meminta sejumlah pengendara untuk kembali ke luar Kota Surabaya disebabkan salah satu diantaranya melebihi jumlah 50 persen kapasitas penumpang kendaraan bermotor. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp. Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menilai kepatuhan terhadap protokol kesehatan dapat mencegah gelombang kedua wabah corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito siap mengantisipasi gelombang kedua pandemi virus corona di Indonesia. Namun, ia mengingatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dapat mencegah gelombang kedua tersebut.

"Gelombang kedua seharusnya tidak terjadi, tapi kita harus siap untuk mengantisipasi," ujar Wiku dalam jumpa pers, Kamis (14/5).

Wiku mengatakan, gelombang kedua pandemi corona akan terjadi apabila warga tidak mengikuti saran pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan. Untuk itu ia mengingatkan agar warga disiplin menerapkan perilaku hidup sehat dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.


"Gelombang kedua hanya terjadi di wilayah di mana orang tidak mematuhi rekomendasi kesehatan. Maka disiplin menerapkan perilaku hidup sehat itu direkomendasikan dalam menghadapi ancaman gelombang kedua corona," katanya.

Pemerintah sebelumnya telah menyatakan bakal mengantisipasi gelombang kedua pandemi corona dengan mengambil pelajaran dari negara lain.

Berkaca dari penanganan corona di Hokkaido, kota pertama darurat corona di Jepang itu sempat berhasil menekan laju penyebaran corona. Namun tak lama kondisi darurat kembali diberlakukan di wilayah tersebut.

Pemerintah disebut akan mengadaptasi kebijakan negara lain yang memang sesuai dengan kondisi dan karakter Indonesia yang terdiri dari banyak pulau.

Data corona terbaru di Indonesia per 14 Mei 2020 diketahui mencapai 16.006 kasus. Sebanyak 1.043 orang di antaranya meninggal dan 3.518 orang dinyatakan sembuh.


(pris/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK