"Keterbukaan itu sangat diperlukan sekali dan untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau Kejaksaan," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Penyederhanaan Prosedur Bansos Tunai dan BLT Dana Desa melalui siaran di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (19/5).
Jokowi menilai pengawasan dari lembaga ini perlu dilakukan untuk mencegah tindak pidana korupsi di lapangan. "Saya kira kita memiliki lembaga-lembaga untuk mengawasi, mengontrol, agar tidak terjadi korupsi di lapangan," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, setidaknya 2,5 juta jiwa atau 1,2 juta KK di DKI Jakarta dan 1,6 juta atau 576 ribu KK di Bodetabek yang akan mendapat paket sembako ini. Masyarakat penerima bantuan sembako merupakan keluarga penerima manfaat di DTKS Kementerian Sosial.
Pemerintah menargetkan bansos disalurkan ke 8,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau sekitar 80 persen dari target 9 juta KPM. Bansos diberikan melalui PT POS Indonesia.
"Bila mana perlu, jajaran PT pos tidak libur lebaran, untuk memenuhi target," katanya.