"Kami mengharapkan pemerintah sungguh-sungguh menyiapkan fasilitas kesehatannya dulu, rumah sakit sehingga mampu menampung seluruh peserta BPJS Kesehatan seluruh Indonesia," kata dia, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa perpaduan antara pelayanan kelas II dan kelas III di tengahnya begitu, jadi kelasnya itu bukan kelas III tapi naik sedikit ke atas supaya ada perbedaan pelayanan BPJS Kesehatan ini lebih baik," ucap Saleh.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
"Masyarakat tetap diberikan izin untuk naik kelas, dari kelas yang tadi. Kalau mau naik kelas boleh, tetapi dengan biaya sendiri. Semua peserta BPJS Kesehatan itu standarnya, sama tapi kalau ada yang mau naik kelas I atau kelas II diperbolehkan selama menggunakan dana sendiri," katanya.
Jadi aturan ini saya kira jadi sangat penting untuk dipikirkan oleh pemerintah, jika memang usulan untuk membuat BPJS Kesehatan tidak berkelas," imbuhnya.
"Jadi ke depan, ketiga kelas ini akan diubah menuju satu kelas. Ini akan diterapkan secara bertahap. Untuk menuju satu kelas, akan dibuat dua kelas dulu, tapi belum final," ucap Muttaqien dikutip Rabu (20/5).
Kendati begitu, ia belum bisa menginformasikan berapa besaran iuran ketika kelas menjadi dua dan akhirnya satu. Sebab, rencana ini masih terus dimatangkan oleh pemerintah.
(mts/arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen