Hal tersebut dilakukan warga di Kampung Ayodyapala, Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang Barat, Minggu (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang warga Kampung Ayodyapala, Agustin mengatakan halalbihalal di kampungnya sudah menjadi budaya. Menurutnya, rutinitas setiap lebaran itu tak bisa dihilangkan karena pandemi virus corona.
Kundori menyebut sejak jauh-jauh hari pihaknya juga sudah menghentikan sementara bebeberapa kegiatan bersama di kampung, seperti arisan, kerja bakti dan olahraga.
"Kan ada himbauan dari Pemerintah tidak boleh berkerumun. Mau tidak mau kita harus mengikuti meski itu susah ya karena di kampung kan warga saling berdekatan dan tongkrong santai bareng," ujarnya.
Rapid Test di Masjid
Sementara itu, Pemerintah Kota Semarang melakukan rapid test kepada warga yang tetap memilih melakukan salat Idulfitri di beberapa masjid di Kota Semarang. Usai ibadah, masyarakat, pengurus hingga imam masjid mengikuti tes cepat tersebut.
"Alhamdulilah justru kami bersyukur bisa di tes rapid. Supaya kami juga tahu kondisi tubuh kesehatan kami. Tadi kami salat Id juga tidak banyak, dan diatur jaraknya," kata Budi, di Masjid Al Ikhlas Semarang, Minggu (24/5).
"Imbauan Pemerintah sudah melarang, tapi tetap masih ada yang salat Id di masjid, ya kami menghargai. Makanya ini kami jemput bola datangi Masjid untuk tes rapid karena dua hari ini lonjakan penderita covid sampai 81 orang," ujar Hakam.
Pemerintah Kota Semarang sendiri telah memberlakukan status Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sejak 27 April hingga 24 Mei 2020. Karena masih terjadi lonjakan kasus Covid-19, status PKM diperpanjang selama dua pekan hingga 7 Juni 2020.
Menteri Agama Fachrul Razi sudah mengimbau masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di rumah dan bersilaturahmi lewat media sosial. Menurutnya, jika masyarakat tidak mematuhi anjuran itu, angka kasus baru Covid-19 di Indonesia akan terus naik.
"Kalau tidak melakukan pembatasan ketat selama Idulfitri, angka akan melonjak. Dengan begitu apa yang kita lakukan sebelumya akan sia-sia," kata Fachrul. (dmr/fra)