MUI: Seruan Waspada Tes Corona untuk Ulama Hoaks

CNN Indonesia | Senin, 25/05/2020 15:29 WIB
Logo MUI MUI menyatakan seruan agar ulama waspada tes corona hoaks. (Screenshot via web Mui.or.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan seruan melalui sebuah selebaran kepada MUI provinsi, kabupaten/kota agar ulama, kiai, ustaz di Indonesia waspada terhadap tes cepat (rapid test) risiko virus corona (Covid-19) adalah hoaks atau berita bohong.

Melalui surat klarifikasi, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI Pusat Anwar Abbas menyatakan informasi tersebut tidak sesuai dengan standar penerbitan surat, pengumuman, pemberitahuan dalam organisasi MUI.

"Seharusnya menggunakan kop surat DP MUI Pusat, diberi nomor surat dan tanggal terbit, ditandatangani dua orang Pimpinan Harian MUI Pusat, dan dibubuhi stampel organisasi MUI," kata Anwar melalui surat klarifikasi bernomor Keputusan Nomor: Kep-1185/DP-MUI/V/2020, Senin (25/5).


Selain itu, Anwar menegaskan narasi yang digaungkan dalam kabar bohong itu tidak mencerminkan tradisi dalam surat-surat lainnya yang selama ini diterbitkan DP MUI Pusat seperti santun, halus, sejuk, damai, dan memuat pesan keislaman.

Berkaca dari itu, Anwar menuding hoaks berupa seruan itu memenuhi iktikad menuduh, berprasangka buruk, kasar, berupaya mengadu domba, dan merusak nama baik organisasi MUI.

"Narasi kabar hoaks tersebut berupaya menciptakan keresahan dan kebingungan di kalangan umat Islam dan masyarakat luas," ujarnya.

Menurut Anwar, penyebaran surat hoaks itu mungkin untuk menghalangi pelaksanaan berbagai program pemerintah bersama masyarakat dalam mengatasi pandemi virus corona.

Oleh sebab itu, MUI mendesak agar Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) mengusut tuntas kabar hoaks tersebut. MUI pun menyatakan akan melaporkan penyebaran hoaks itu dalam waktu dekat.

"Karena telah menciptakan keresahan dan kebingungan umat Islam dan masyarakat luas, merusak nama organisasi MUI," kata Anwar.

Sebelumnya, selebaran yang mengatasnamakan MUI itu tersebar di media sosial. Selebaran itu menyebutkan rencana dari tes corona merupakan modus operandi dari PKI atas perintah negara komunis Tiongkok untuk menghabisi para tokoh agama Islam. (mjo/fra)

[Gambas:Video CNN]