"WHO sudah mengumumkan penghentian sementara uji coba hydroxychloroquine. Indonesia akan mengikuti instruksi WHO tersebut," ujar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers, Kamis (28/5).
Dia mengatakan Indonesia termasuk negara yang mengikuti program 'Solidarity Trial' di bawah WHO untuk melakukan uji klinis terhadap empat obat Corona, yakni Remdesivir, Aluvia, Plus-interferon, termasuk Hydroxychloroquine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, uji coba Hydroxychloroquine sempat dilakukan oleh petugas medis kepada pasien muda.
Presiden Jokowi sempat menggadang-gadang Chloroquine untuk melawan Corona. (Dok. Biro Sekretariat Presiden/Rusman) |
WHO diketahui menghentikan sementara uji klinis Hydroxychloroquine atau Chloroquine untuk mengobati pasien Corona setelah ada penelitian dari jurnal medis The Lancet yang menunjukkan obat malaria itu dapat meningkatkan risiko kematian pasien Corona.
Diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mempromosikan penggunaan obat tersebut untuk mencegah dan mengobati Virus Corona. Presiden Jokowi kemudian mengikutinya di awal masa pandemi dengan menyediakan obat tersebut. Sejauh ini, belum ada vaksi atau antivirus Covid-19.
Presiden Jokowi sempat menggadang-gadang Chloroquine untuk melawan Corona. (Dok. Biro Sekretariat Presiden/Rusman)