Dengan begitu, belum ada keputusan apapun terkait new normal yang diikuti dengan pelonggaran di sejumlah sektor. Sementara Provinsi Jawa Barat sudah memastikan penerapan new normal mulai 1 Juni mendatang.
"Pedoman new normal ini masih kita pelajari. Memang pengendalian pandemi sudah cukup baik, sehingga dimensi ekonomi, sosial, keagamaan bisa kembali bergerak. Ini tengah disiapkan," kata Ema di Bandung, Kamis (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penanganan Covid-19 di Kota Bandung yang terkendali menurutnya tidak terlepas dari peran Laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bekerja secara optimal. Hasilnya, Gugus Tugas dapat memantau dan pemetaan sebaran virus corona hingga tingkat kecamatan.
Kendati demikian, Ema mengingatkan, pelonggaran tidak bisa berlangsung menyeluruh. Hanya ada beberapa sektor saja yang dilonggarkan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.
Selain itu, pelonggaran ini perlu kesadaran tinggi dari masyarakat. Semisal memerhatikan physical distancing serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat.
"Ya bertahap. Dalam kondisi seperti ini tidak mungkin tiba-tiba di angka 100 persen, maksimum di 60 persen. Tapi respons dan kesadaran masyarakat harus terbangun maksimal. Kalau kita kerja keras tetapi masyarakat tidak peduli, ya repot juga," tuturnya.
Ema menambahkan, kebijakan selanjutnya tetap berada di level pimpinan teratas.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal memberlakukan penerapan pola hidup normal yang baru atau new normal mulai 1 Juni.
Mulai Rabu (27/5) hingga akhir pekan ini, Pemprov Jabar akan melakukan sosialisasi pedoman new normal ke masyarakat.
"Jadi hari Rabu ini sampai Minggu kita sosialisasi dan saya minta kepada rekan media bantu menyosialisasikan. Nanti di hari kerja, di hari Senin kita mulai," kata Ridwan Kamil di Mapolda Jabar Kota Bandung, Rabu (27/5). (hyg/osc)