Arus Balik, Polisi Tolak 5.363 Kendaraan Masuk Jabar

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 17:01 WIB
Antrean kendaraan saat pemeriksaan surat kelengkapan syarat masuk wilayah Jabodetabek di KM 47 Tol Cikampek-Jakarta, Jawa Barat, Rabu (27/5/2020). Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dan memperketat pengawasan arus transportasi yang hendak masuk ke Jabodetabek guna memutus penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc. Ilustrasi. (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI).
Bandung, CNN Indonesia -- Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menolak sedikitnya 5.363 kendaraan masuk wilayah Jawa Barat selama arus balik Lebaran 2020, 26-28 Mei. Mereka kemudian diputarbalikkan ke daerah asal.

Jumlah tersebut merupakan pendataan dari hasil Operasi Ketupat Lodaya 2020.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Saptono Erlangga mengatakan, penghalauan dilakukan di sembilan pos penyekatan wilayah perbatasan.


"Total rekap sampai tanggal 28 Mei 2020 kemarin, ada 5.363 kendaraan yang diputarbalikkan," kata Saptono, Jumat (29/5).


Adapun jenis kendaraan yang diminta putar balik merupakan kendaraan roda empat pribadi berjumlah 4.432 unit. Sedangkan, sepeda motor sebanyak 818 unit dan kendaraan umum sebanyak 113.

"Kendaraan yang dihalau di sembilan pos penyekatan baik di jalur tol, arteri maupun alternatif," ujarnya.

Menurut Saptono, rata-rata pengendara kebanyakan hendak menuju ke Jakarta. Mereka dihalau lantaran tak bisa menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM).


Ia mengungkapkan, penghalauan kendaraan akan terus dilakukan hingga puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada Sabtu atau Minggu ini.

"Kita akan terus melakukan operasi sampai puncak arus balik Sabtu atau Minggu," tegasnya. (hyg/osc)

[Gambas:Video CNN]