Lalu Lintas Jakarta Kembali Ramai Jelang PSBB Berakhir

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 11:09 WIB
Sejumlah penjual jasa servis handphone Pusat Grosir Cililitan mempromosikan jasa servis handphone di pinggir jalan raya Cililitan, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2020. Selama PSBB berlangsung, para para penjual jasa servis tersebut menawarkan jasanya hingga ke tepi jalan karena larangan membuka gerai  di pusat perbelanjaan tersebut. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Ilustrasi (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjelang hari terakhir pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga di Jakarta, arus lalu lintas di Jakarta pada Rabu (3/6) terpantau ramai lancar di sejumlah ruas jalan arteri maupun jalan protokol. Tak ada kemacetan panjang, meski kendaraan yang melintas cukup ramai.

Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, salah satu ruas jalan yang cukup lancar yakni di Jalan Kolonel Sugiono dan Jalan Basuki Rachmat atau sepanjang Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur.

Dari arah Kota Bekasi menuju Jakarta, jalanan relatif lancar tanpa tersendat. Bahkan, perjalanan dari Bekasi menuju daerah Mampang, Jakarta Selatan melalui jalur itu hanya ditempuh sekitar 45 menit.


Biasanya, sebelum wabah virus corona dan pemberlakukan PSBB, arus lalu lintas di jalur tersebut selalu padat dan macet pada jam-jam sibuk. Waktu tempuh dari Bekasi ke Jakarta melalui jalur itu sebelum pandemi juga bisa mencapai 60 hingga 90 menit.

Kemudian, di depan kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jalan Raya Penggilingan hingga Jalan Raya I Gusti Ngurah Rai juga terpantau ramai lancar. Meski tidak dapat dikatakan sepi, sepanjang ruas jalan itu tidak terjadi kemacetan seperti hari-hari sebelum masa pandemi corona.

Selain ruas jalan tersebut, di sekitar wilayah Pasar Gembrong yang berada di Jalan Jenderal Basuki Rachmat hingga Kampung Melayu pun tidak terjadi penumpukan kendaraan. Situasi arus lalu lintas menuju ataupun dari arah Kuningan itu terpantau lancar. 

Sementara itu, kepadatan terjadi di Jalan Lenteng Agung Barat sekitar pukul 08.30 WIB. Kendaraan yang didominasi sepeda motor dari arah Depok mengantre di sekitar proyek pembangunan jalan layang.

Keramaian pun mulai terlihat di sekitar Stasiun Tanjung Barat. Ojek online dan angkot mulai menunggu penumpang di pinggir jalan. 

Jumlahnya memang belum sebanyak saat sebelum pandemi. Sehingga kondisi ruas jalan dari arah Depok menuju Jakarta Selatan masih ramai lancar.

Meski begitu, kemacetan tidak mengular sepanjang hari biasanya. Setelah  melewati proyek pembangunan jalan layang, jalanan relatif ramai lancar. Begitu pula di sekitar Stasiun Pasar Minggu.

Sebelum pandemi, wilayah ini selalu dipadati angkot, bus, dan ojek yang menunggu penumpang KRL. Namun saat ini kepadatan yang sama belum terlihat.

Hal yang sama juga terlihat di simpang Patung Pancoran. Jalanan ramai lancar, tapi jumlah kendaraan yang berlalu lalang sudah lebih banyak dari pekan sebelumnya.

Sementara Jalan Mampang Prapatan Raya juga terpantau ramai lancar daru arah Warung Buncit menuju Kuningan. Kendaraan berjalan perlahan dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam di ruas jalan depan Nine Residence hingga lampu merah Kawasaki Mampang.

Berdasarkan data Pemprov DKI, jumlah kendaraan yang melintas di Jakarta Rabu (3/6) pagi hingga pukul 09.47 WIB mencapai 148.950 kendaraan.

Kendaraan yang melintas didominasi oleh roda empat. Total, hingga saat ini, ada sekitar 101.451 mobil yang melintas di jalanan Jakarta.

Sementara itu, jumlah pengemudi motor yang melintas di Jakarta sejak pagi tadi hanya 11.609 kendaraan. Sisanya, sebanyak 15.820 bus, dan 20.070 truk yang melintas di jalanan Jakarta. (dmr/dhf/mjo/fra)

[Gambas:Video CNN]