Belum ada kepastian PSBB diperpanjang atau dihentikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga berita ini diturunkan. Kebijakan PSBB diterapkan di Jakarta pertama kali pada 10 April 2020 selama 14 hari hingga 24 April 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai dengan hari ini kami laporkan, sebanyak 1.699 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.781 orang melakukan self isolation di rumah," kata Weningtyas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6).
Angka penambahan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sendiri sempat menurun selama tiga hari yakni pada 31 Mei hingga 2 Juni 2020. Namun, angka penambahan kembali naik pada 3 Juni 2020.
Angka penambahan kasus virus corona di Jakarta bertambah sebanyak 119 kasus pada Minggu (31/5) dan 111 kasus pada Senin (1/6). Angka itu kemudian turun menjadi 60 kasus pada Selasa (2/6).
Namun, angka penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta kembali naik ke 83 kasus pada Rabu (3/6).
"Terkait data yang ada masih fluktuatif. Belum bisa dikatakan pasti, apakah dia menurun secara kecenderungan atau masih punya potensi," ucap Hermawan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/6).
Dia memprediksi potensi peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta berpotensi terjadi di pekan pertama dan kedua pada Juni ini.
Menurutnya, potensi itu lahir karena keramaian yang terjadi di beberapa tempat di Jakarta sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1441 hijriah lalu.
"Sebelum dan sesudah Lebaran itu terjadi keramaian, semacam permisifisme di jalan-pasar padat, jadi ada potensi kasus ini mengalami kenaikan di pekan pertama dan kedua Juni," ucap Hermawan. (mts/bac)