Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan gelaran tes massal ini dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Surabaya.
"Sedangkan untuk lokasinya bakal diutamakan di wilayah pemukiman yang dinilai ada pandemi," kata Irvan, di Surabaya, Minggu (7/6), dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isolasi mandiri bukan hanya diawasi teman-teman pemerintah kota, TNI dan Polri, tapi sekarang diawasi juga warga sendiri dengan terbentuknya Kampung Wani Jogo Suroboyo," ujarnya.
"Untuk hari ini ada dua kegiatan tes massal digelar di Kecamatan Kenjeran dan depan Kantor SCTV Jalan Patimura," katanya.
Pelaksanaan rapid test massal Covid-19 di Kenjeran Surabaya pada Sabtu (6/6) diikuti ikuti 711 orang. Dari jumlah tersebut yang dinyatakan reaktif sekitar 152 orang. Sedangkan rapid test di Teminal Bus Sunan Ampel, Surabaya diikuti 835 orang dan yang dinyatakan reaktif sekitar 109 orang.
Sebelumnya, warga Surabaya antre dan berdesakan tanpa menerapkan protokol kesehatan saat mengikuti rapid test dan tes swab massal yang digelar oleh BIN di Terminal Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.
BIN telah mencari solusi kepadatan warga tanpa jarak sosial di rapid test yang digelar pihaknya setelah ada insiden di Terminal Keputih, Surabaya. Kepala Poliklinik BIN, dr Sri Wulandari mengatakan kerumunan warga tersebut terjadi lantaran antusiasme masyarakat yang tinggi. Petugas pun sudah sempat menertibkan warga.
Kota Surabaya menjadi zona hitam penyebaran virus corona di wilayah Jawa Timur. Hingga kemarin, Kota Pahlawan mencatat jumlah kasus positif virus corona mencapai 2.918 kasus atau yang tertinggi di Jawa Timur. (antara/fra)