Surabaya Zona Hitam, BIN Perpanjang Tes Massal Corona

CNN Indonesia | Minggu, 07/06/2020 09:58 WIB
Warga Surabaya Antri Rapid Test Tanpa Physical Distancing BIN memperpanjang tes massal Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur, hingga satu minggu ke depan. Ilustrasi (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Intelijen Negara (BIN) memperpanjang tes massal virus corona (Covid-19), baik rapid test maupun swab di Kota Surabaya, Jawa Timur, hingga satu pekan ke depan. BIN telah menggelar tes Covid-19 sejak sembilan hari lalu.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan gelaran tes massal ini dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Surabaya.

"Sedangkan untuk lokasinya bakal diutamakan di wilayah pemukiman yang dinilai ada pandemi," kata Irvan, di Surabaya, Minggu (7/6), dikutip dari Antara.


Irvan menyebut terdapat 34 klaster permukiman di Kota Surabaya yang perlu dilakukan rapid test massal. Sejauh ini, kata Irvan, pelaksanaan tes massal yang digelar BIN sudah menjangkau sebagian besar klaster permukiman.

Ia menyatakan Dinas Kesehatan Kota Surabaya langsung melakukan tracing atau pelacakan dan pendataan serta mengarahkan warga yang reaktif Covid-19 untuk isolasi mandiri.

Menurutnya, Pemerintah Kota Surabaya telah menyediakan tempat di hotel jika rumah warga tak layak untuk isolasi mandiri. Namun, apabila rumah warga dalam kondisi layak, mereka diminta isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pemantauan petugas Puskesmas setempat.

"Isolasi mandiri bukan hanya diawasi teman-teman pemerintah kota, TNI dan Polri, tapi sekarang diawasi juga warga sendiri dengan terbentuknya Kampung Wani Jogo Suroboyo," ujarnya.

Sementara itu, anggota BIN di Jatim yang enggan disebut namanya membenarkan jika tes massal Covid-19 diperpanjang sampai curva di Surabaya melandai.

"Untuk hari ini ada dua kegiatan tes massal digelar di Kecamatan Kenjeran dan depan Kantor SCTV Jalan Patimura," katanya.

Pelaksanaan rapid test massal Covid-19 di Kenjeran Surabaya pada Sabtu (6/6) diikuti ikuti 711 orang. Dari jumlah tersebut yang dinyatakan reaktif sekitar 152 orang. Sedangkan rapid test di Teminal Bus Sunan Ampel, Surabaya diikuti 835 orang dan yang dinyatakan reaktif sekitar 109 orang.

Sebelumnya, warga Surabaya antre dan berdesakan tanpa menerapkan protokol kesehatan saat mengikuti rapid test dan tes swab massal yang digelar oleh BIN di Terminal Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Ratusan orang yang mengantre tidak menerapkan physical distancing dan sejumlah orang tampak tidak mengenakan masker. Camat Sukolilo, Amalia Kurniawati mengatakan bahwa petugas sudah berkali-kali mengingatkan warga agar mengantre dengan tertib dan menjaga jarak.

BIN telah mencari solusi kepadatan warga tanpa jarak sosial di rapid test yang digelar pihaknya setelah ada insiden di Terminal Keputih, Surabaya. Kepala Poliklinik BIN, dr Sri Wulandari mengatakan kerumunan warga tersebut terjadi lantaran antusiasme masyarakat yang tinggi. Petugas pun sudah sempat menertibkan warga.

Kota Surabaya menjadi zona hitam penyebaran virus corona di wilayah Jawa Timur. Hingga kemarin, Kota Pahlawan mencatat jumlah kasus positif virus corona mencapai 2.918 kasus atau yang tertinggi di Jawa Timur. (Antara/fra)

[Gambas:Video CNN]