Anwar mengatakan tidak semua lembaga pendidikan Islam yang ada di Indonesia adalah pondok pesantren, terutama di daerah luar Pulau Jawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga menekankan pengawasan terhadap program bantuan itu. Dia berharap pemerintah serius dalam menyalurkan bantuan ke lembaga pendidikan Islam.
Dana itu digelontorkan Kemenkeu memang diperuntukkan bagi Pondok Pesantren dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat memasuki masa transisi menuju era new normal. Penggelontoran dana ini juga pertama kali digaungkan Menko PMK Muhadjir Effendy.
"Nanti siang masih akan dimatangkan lagi," kata Agus saat ditanya terkait rincian peruntukan dana tersebut melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu.
Kemarin, dalam siaran persnya, Muhadjir menyatakan pemerintah bakal mengucurkan dana bantuan ke lembaga pendidikan agama Islam yakni pesantren untuk menunjang kegiatan new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Muhadjir menyebut Kementerian Keuangan telah setuju menggelontorkan dana sebanyak Rp2,36 triliun untuk menunjang pondok pesantren di era new normal saat pandemi Covid-19 masih mewabah di Indonesia.
Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk menyokong pembelajatan dan bantuan sosial, termasuk rehabilitasi fasilitas kesehatan di lingkungan pesantren ketika mulai dibuka kembali.
Berkaitan dengan hal ini, Muhadjir bahkan telah meminta agar Kementerian Agama segera melakukan pendataan 21 Ribu Pondok Pesantren untuk selanjutnya dilakukan pemetaan, pesantren mana saja yang sekiranya perlu mendapat bantuan. Tak hanya pondokan, Kemenag juga diminta mendata 1,2 juta ustaz yang mengajar lengkap dengan Nomor Induk Penduduk hingga alamat resmi yang sesuai.
(dhf, tst/ain)