Pedagang kain di Blog G, Adib (30) salah satunya. Dia siap menyediakan tempat cuci tangan untuk para pembeli yang datang untuk melihat-lihat atau membeli dagangannya.
"Kalau untuk cuci tangan sih mah modal enggak seberapa. Masih bisa siapkan. Tapi kalo beli masker beli berapa lusin mah enggak kuat," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa lalu (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya senang banget. Gimana enggak, kan saya bisa dapat penghasilan lagi," kata dia.
Pedagang kelapa yang berada di Blok G, Pasar Tanah Abang tidak berjanji bisa meminta para pembelinya menjaga jarak satu sama lain karena lapak yang sempit (CNN Indonesia/ Nadhen Ivan) |
Penjual kelapa di lantai dua Blok G Pasar Tanah Abang, Hedi juga mengaku siap menerapkan protokol kesehatan. Hedi akan mengingatkan para pembeli yang datang untuk memakai masker.
Lihat juga:Sunyi Senyap di Zona Merah Petamburan |
"Kalau jaga jarak sih mungkin belum tau bisa atau engga. Soalnya kan tempat juga memang sempit," pungkas Hedi.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menerapkan PSBB Transisi mulai 5 Juni. Sejumlah sektor boleh kembali dibuka secara bertahap. Salah satunya adalah pasar atau pusat perbelanjaan pada 15 Juni mendatang.
Kelonggaran itu bukan berarti kegiatan jual beli bisa dilakukan seperti sebelum virus corona mewabah. Tetap ada pembatasan yang harus dipatuhi. Di antaranya, membatasi jumlah orang, kemudian jaga jarak, memakai masker, serta menjaga kebersihan tempat dagang.
Lihat juga:NasDem Kritik DKI: PSBB Transisi Tidak Jelas |
Pedagang kelapa yang berada di Blok G, Pasar Tanah Abang tidak berjanji bisa meminta para pembelinya menjaga jarak satu sama lain karena lapak yang sempit (CNN Indonesia/ Nadhen Ivan)