"Konsekuensinya kalau tidak rapi, maka kami menambah jumlah personel untuk awasi karena tentunya kami sangat antisipasi hal itu," ujar Kapolres Jakbar, Audie S Latuheru, seperti dikutip Antara, Selasa (16/6).
Berdasarkan data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), ada 10 mal di Jakarta Barat yang buka di tengah PSBB masa transisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau melebihi 6.000 pengunjung, maka pengunjung yang tidak berkepentingan diharapkan keluar mal agar bergantian dengan yang lain," tutur Audie.
"2.702 personel dan 243 mal yang diamankan untuk wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, kepada CNNIndonesia.com.
Protokol kesehatan itu meliputi pembatasan jumlah pengunjung 50 persen dari total kapasitas serta melakukan aturan jaga jarak fisik di dalam mal.
Selain itu, banyak mal juga menjalankan program 100 persen tidak bersentuhan langsung demi meminimalisir penyebaran virus corona.
Upaya tersebut mencakup menyediakan wastafel cuci tangan otomatis, juga sabun cuci tangan dan hand sanitizer otomatis tanpa sentuh.
Pembukaan mal ini bagian dari kebijakan PSBB transisi di Jakarta yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain mal, Anies juga mulai membuka sejumlah tempat lain, seperti rumah ibadah, restoran, hingga tempat wisata.
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyarankan agar pemerintah daerah lebih ketat dalam mengawasi proses kegiatan jual-beli sehingga tak membuat keramaian di mal agar tak terjadi lonjakan kasus ataupun klaster baru Covid-19.
Kasus positif virus corona di Jakarta belum benar-benar turun. Hingga Minggu (14/6), kasus positif virus corona di Jakarta mencapai 8.863 orang, 4.091 di antaranya sembuh dan 571 orang lainnya meninggal dunia. (has)