Kemenkes Klaim Mampu tes 30 Ribu Spesimen Corona per Hari

CNN Indonesia | Selasa, 16/06/2020 18:56 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww. Ilustrasi tim medis khusus penanganan virus corona (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menyebut Indonesia bisa melakukan tes spesimen virus corona (Covid-19) hingga tiga puluh ribu per hari. Bisa dilakukan jika 139 laboratorium dimaksimalkan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menghendaki agar tes spesimen ditingkatkan dari 10 ribu menjadi 20 ribu per hari. Dengan demikian, tes spesimen per hari bisa melebihi yang dikehendaki Presiden Jokowi.

"Sekarang ini 139 lab, saat kita coba hitung kapasitas maksimal lab kita dalam sehari ternyata kita bisa tes hingga 30.900 per harinya," kata Abdul di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (16/6).
Abdul tidak menyebut secara gamblang kapan tes 30 ribu spesimen per hari bisa dimulai. Dia hanya menjelaskan bahwa itu bisa dilakukan jika jam kerja di laboratorium ditingkatkan.


Dia yakin, optimalisasi bisa dilakukan di 137 laboratorium seluruh Indonesia, sehingga tes terhadap 30 ribu spesimen per hari dapat terwujud.

"Optimalisasi laboratorium yang suda ada, salah satu caranya memperpanjang jam kerja yang awalnya 6 jam jadi 12 jam," kata Abdul.

"Harapan kalau 6 jam per hari saja bisa sembilan belas ribu tes, ditingkatkan dua kali lipat bisa menghasilkan tes lebih banyak," tambahnya.
Abdul mengatakan sejauh ini sudah memberikan pelatihan kepada tenaga medis di laboratorium mulai Senin lalu (15/6). Pelatihan diberikan kepada mereka yang akan dipekerjakan di laboratorium mengecek spesimen.

"Kita menambah jumlah SDM, sehingga lab bisa bekerja 12 jam per hari," kata Abdul.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menghendaki agar ada 20 ribu spesimen virus corona yang dites. Target tersebut dicanangkan karena menganggap target 10 ribu tes spesimen per hari sudah tercapai.

"Pengujian spesimen saya sampaikan terima kasih target pengujian spesimen 10 ribu terlampaui. Target berikutnya ke depan adalah 20 ribu per hari," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Kamis (4/6).
Jokowi juga meminta agar pelacakan warga diduga berkontak langsung dengan pasien positif corona dilakukan lebih agresif. Menurutnya, itu akan sangat mempengaruhi upaya menekan laju penyebaran virus corona di tanah air.

"Sekali lagi saya minta pelacakan agresif dilakukan lebih agresif lagi dengan bantuan sistem teknologi komunikasi dan bukan cara-cara konvensional lagi," ujarnya. (mln/bmw/gil)

[Gambas:Video CNN]