Jelang Tahun Ajaran Baru, 131 Siswa Jabar Positif Corona

CNN Indonesia | Senin, 22/06/2020 16:04 WIB
Pelajar keluar dari pekarangan sekolah SD Negeri 1 yang telah diliburkan di Banda Aceh, Aceh, Senin (16/3/2020). Pemerintah Aceh mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah selama dua minggu mulai tanggal 16 hingga 30 Maret 2020 guna antisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc. Ilustrasi sekolah. (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putraa)
Bandung, CNN Indonesia --

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mencatat sedikitnya 190 anak-anak terkonfirmasi positif Virus Corona (Covid-19). Sebanyak 131 orang di antaranya merupakan anak usia sekolah.

Kepala Dinkes Jabar Berli Hamdani menyebutkan 190 anak-anak itu berada dalam rentang usia 0 hingga 18 tahun. Sedangkan, anak dalam rentang usia sekolah ialah 6 hingga 18 tahun.

"Total positif usia sekolah laki-laki 62, perempuan 69," kata dia, lewat pesan singkatnya, Senin (22/6).


Sebanyak 80 anak usia sekolah di antaranya, kata Berli, masih menjalani perawatan.

Sementara, dari total 190 anak yang terjangkit virus tersebut terdapat bayi 0-1 tahun sebanyak 11 orang, yang terdiri dari tujuh laki-laki dan empat perempuan. Tiga bayi di antaranya masih menjalani perawatan.

Kemudian, balita usia 1-5 tahun sebanyak 35 orang, dengan 17 anak di antaranya masih dirawat; dan usia prasekolah, yakni 5-6 tahun, ada 13 orang, dengan lima anak masih dirawat.

Infografis Daftar 92 Zona Hijau Corona Sekolah Boleh BukaFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

"Untuk total positif bayi 0 hingga 1 tahun, yaitu sebanyak laki-laki tujuh orang dan perempuan empat orang," imbuhnya.

Di sisi lain, Berli menuturkan sebanyak 82 anak dinyatakan sembuh dari Covonra. Selain itu, ada tiga anak terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia, yang terdiri dari satu balita dan dua anak usia sekolah.

"Untuk anak positif meninggal, balita perempuan 1 orang dan usia sekolah laki-laki dua orang," ujar Berli.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan pihaknya berhati-hati dalam pembukaan kembali kegiatan sekolah agar tak memicu kasus baru Corona.

"Kami tidak ingin terburu-buru membuka institusi pendidikan," kata dia, Sabtu (13/6).

Kemendikbud sendiri sudah menetapkan bahwa tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada 13 Juli. Pembelajaran dengan sistem tatap muka hanya bisa dilakukan di zona hijau Corona. Sisanya, masih belajar dari rumah.

(hyg/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK