Kisruh Usia di PPDB DKI, Kemendikbud Akui Aturan Sejak 2017

CNN Indonesia | Selasa, 23/06/2020 03:39 WIB
Orangtua siswa antre Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 8 Jakarta, Senin, 24 Juni 2019. Sesuai jadwal pendaftaran PPDB DKI Jakarta jalur zonasi SMP-SMA mulai dibuka 24 Juni hingga 26 Juni 2019. CNNIndonesia/Safir Makki Ilustrasi antrean PPDB. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan aturan usia pada Penerimaan Peserta Didik Baru sudah ada sejak 2017.

"Masalah usia di DKI, [banyak orang] baru tau bahwa pembatasan usia [sebenarnya] memang sudah ada dalam Permendikbud sejak 2017," ujar Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI, Senin (22/6).

Namun, lanjutnya, Provinsi DKI Jakarta memang baru menetapkan aturan tersebut tahun ini karena Ujian Nasional (UN) ditiadakan akibat pandemi Covid-19. DKI Jakarta pun memakai kategori usia sebagai salah satu kriteria pemeringkatan PPDB jalur zonasi.


Lebih lanjut Hamid menyatakan tahun ini sudah dilakukan beberapa relaksasi regulasi PPDB di tengah pandemi. Namun ia menilai pihaknya harus mengawal jalannya PPDB, khususnya terkait data zona sekolah dan domisili siswa.

Menurut penelusuran CNNIndonesia.com, aturan seleksi berdasarkan usia diatur dalam Permendikbud No. 17 Tahun 2017 tentang PPDB Pada TK, SD, SMP, SMA, SMK, atau Bentuk Lain yang Sederajat.

Pada Pasal 11, Pasal 12 dan Pasal 13, usia menjadi salah satu pertimbangan urutan prioritas dalam seleksi PPDB.

"Seleksi calon peserta didik baru kelas 7 SMP (..) mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas (..) sebagai berikut: a. jarak tempat tinggal ke sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi, b. usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a," tulis salah satu dari pasal tersebut.

Sedangkan aturan batas usia maksimum maupun minimum pada tiap jenjang diatur dalam Pasal 5, Pasal 6, dan Pasal 7.

Sebelumnya Provinsi DKI Jakarta menuai kritik karena menjadikan aturan usia sebagai kriteria pengurutan seleksi PPDB. Para orang tua caon siswa menilai ketentuan ini bisa membuat siswa muda yang berprestasi malah tak diterima.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan kebijakan ini dilakukan untuk membantu masyarakat miskin yang kerap gugur di jalur zonasi karena tidak bisa bersaing secara akademik.

Aturan soal penerimaan siswa berdasarkan kriteria usia sendiri tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021.

Salah satu poin dalam surat keputusan itu yakni mengenai proses seleksi melalui jalur zonasi dan jalur afirmasi. Dalam hal jumlah calon peserta didik baru yang mendaftar dalam zonasi maupun afirmasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia tertua ke usia termuda.

(fey/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK