Respons Reshuffle, Golkar Klaim Menterinya Bekerja Luar Biasa

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 21:50 WIB
Ketua Komisi II sekaligus Politikus Golkar, Ahmad Doli Kurnia saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta Wakil Ketua Umum DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia mengklaim kadernya yang jadi menteri sudah bekerja luar biasa sejauh ini (CNN Indonesia/ Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Golkar menyatakan telah mengirim kader-kader terbaik sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Maju. Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia mengklaim kader Golkar juga sudah bekerja luar biasa selama menjadi menteri.

Doli menyampaikan hal itu merespons wacana reshuffle yang dilontarkan Presiden Joko Widodo lantaran ada menteri bekerja lamban dalam menangani virus corona (Covid-19) dan dampaknya.

"Golkar sudah memberikan putra-putra terbaiknya dan setahu kami putra-putra terbaik itu sudah melakukan kerja luar biasa dengan kerja yang tidak biasa," tutur Doli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/6).


Doli menegaskan sejak awal Golkar berkomitmen untuk memberi kontribusi kepada bangsa dengan mengirim kader terbaik untuk dijadikan menteri. Bahkan Golkar mengirim Ketua Umum Airlangga Hartarto, untuk membantu Jokowi di bidang perekonomian.

Doli mengatakan Golkar juga mengirim Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Maritim dan Investasi, Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian, serta Zainudin Amali sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

"Itu saya kira tanda bahwa kita memberikan yang terbaik buat pemerintah, buat negara, dan bangsa ini melalui kerja-kerja di kementerian yang ada," tuturnya.

Meski begitu, Doli menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Jokowi mengenai kocok ulang formasi kabinet. Dia mengamini Jokowi adalah orang yang paling berhak menilai kinerja para pembantunya di kabinet.

"Mau cepat, mau lambat, sesuai dengan waktunya segala macam karena memang hak prerogratif presiden, ya saya kira sepenuhnya tergantung Pak Presiden," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyinggung soal reshuffle atau kocok ulang kabinet dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni lalu di Istana Negara. Jokowi menyayangkan ada menteri yang bekerja biasa-biasa saja di tengah pandemi corona.

Karenanya, Jokowi sudah memikirkan sejumlah langkah yang akan diambil. Salah satunya adalah reshuffle atau pergantian anggota kabinet.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," ucap Jokowi saat rapat.

(dhf/bmw/sur)

[Gambas:Video CNN]