Isu Reshuffle, Gerindra Klaim Prabowo dan Edhy Kerja Maksimal

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 16:45 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo mengangkat ibu jari seusai bertemu Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Prabowo mengaku siap membantu di dalam pemerintahan pada periode tahun 2019-2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) dan Menteri KKP Edhy Prabowo (kiri) dinilai Gerindra telah maksimal bekerja. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengklaim dua kader Gerindra, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto serta Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bekerja maksimal selama bergabung dalam kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Pernyataan itu disampaikan Dasco merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang melontarkan opsi merombak kabinet (reshuffle) di tengah krisis pandemi virus corona (Covid-19).

"Sesuai arahan Prabowo kami bekerja maksimal dalam mendukung pemerintah dan juga kerja-kerja taktis yang terbaik yang dilakukan di Kemenhan maupun Kementerian KP [Kelautan dan Perikanan]," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6).


Dasco mengatakan pihaknya pun mempersilakan Jokowi untuk menilai kinerja kementerian yang dipimpin kader Gerindra itu. Menurutnya, keputusan kocong ulang kabinet sepenuhnya di tangan Jokowi.

"Biarlah Pak Presiden yang menilai apakah kementerian yang diberikan kepada Gerindra itu mempunyai nilai yang baik atau tidak, itu kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Presiden," ujarnya.

Wakil ketua DPR itu juga merespons kejengkelan Jokowi terhadap kinerja para menteri di masa pandemi virus corona. Ia berpendapat bahwa hal tersebut menunjukan sikap tegas Jokowi.

"Pak Jokowi ingin supaya seluruh kementerian itu memaksimalkan pengeluaran atau pendistribusian dana Covid-19 yang memang sudah dianggarkan oleh masing-masing kementerian," katanya.

Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju menjadi perbincangan publik usai Jokowi marah pada para menteri dan pimpinan lembaga negara dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni lalu.

Jokowi meminta kabinetnya untuk berbenah diri. Ia mengingatkan dirinya bisa mengambil tindakan luar biasa agar pemerintah bisa optimal menghadapi dampak dari pandemi virus corona.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Jokowi dalam video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).

(mts/fra)

[Gambas:Video CNN]