Perketat Pasar, Pedagang Diminta Tolak Pembeli Tak Bermasker

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 17:41 WIB
Warga mulai memadati pedagang kaki lima sekitar jalan Jatibaru, Tanah Abang. Jakarta, Minggu, 17 Mei 2020. Meski pemberlakuan PSBB Jakarta belum dicabut, sejumlah warga mulai melakukan aktivitas seperti biasa kembali. Data Kemenkes, 17.000 lebih warga telah positif terinfeksi corona, dengan kasus terbanyak DKI Jakarta dengan 5.881 kasus. CNNIndonesia/Adhi Wicaksono. Warga memadati Pasar Tanah Abang di Jalan Jatibaru, Jakarta, Minggu, 17 Mei 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perumda Pasar Jaya bakal memperketat protokol pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di pasar tradisional. Salah satunya dengan mengajak pedagang tidak melayani pembeli yang tak menggunakan masker.

Direktur Utama Pasar Jaya Arief Nasrudin meminta kepada para pedagang tegas menolak untuk melayani pelanggan yang tidak bermasker.

"Ketika ada pembeli yang tidak menggunakan masker jangan dilayani, jadi itu salah satu yang membantu kami dan pedagang menjaga pasar tradisionalnya agar bisa aman dan kemudian sehat," ujar Arief dalam sebuah rekaman video yang dibagikan pihak Pasar Jaya, Rabu (1/7).


Arief mengatakan sejauh ini seluruh protokol pencegahan Covid-19 di pasar sudah berjalan. Namun, menurutnya, hal tersebut harus lebih ditingkatkan kembali.

"Semua protap Covid sudah dijalankan, perlu kesadaran bersama, stakeholder secara konsisten dan disiplin, jadi saya meminta digerakkan semuanya," kata Arief.

Pengetatan protokol pencegahan di pasar ini tak lepas dari jumlah pedagang yang dinyatakan positif terpapar virus corona semakin meningkat. Merujuk data Pasar Jaya per Selasa (30/6), jumlah pedagang yang positif virus corona mencapai 142 orang.

Jumlah tersebut didapat setelah pihaknya melakukan tes swab di 68 pasar Jakarta terhadap 6.624 pedagang.

Dinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta melakukan giat penyemprotan cairan disinfektan di area Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2020). CNN Indonesia/Safir MakkiDinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta melakukan giat penyemprotan cairan disinfektan di area Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Lebih lanjut, Arief menuturkan bahwa pihaknya bakal menambah sejumlah sarana dan prasarana di pasar, seperti fasilitas cuci tangan dan pemberian faceshield ke sejumlah pedagang pasar.

"Penguatan lainnya tentang sarana dan prasarana akan ditambah, termasuk faceshield, cuci tangan, itu terus akan ditambah sesuai dengan arahan Pak Gubernur," tuturnya.

Selain itu, kebijakan lainnya, Pasar Jaya mulai hari ini akan menerapkan penutupan pasar per zona jika ditemukan pedagang terpapar Covid-19. Artinya, jika nanti ditemukan pedagang positif, tidak seluruh area pasar yang ditutup.

"Dilakukan penutupan secara zonasi atau mungkin istilahnya bius lokal, di-localized di tempat, di kios pedagang yang terpapar Covid," ujar Arief.

"Jadi memang itu salah satunya tetap kita lakukan secara konsisten untuk menyetop penyebaran Covid di dalam pasar," lanjutnya.

Selain itu, kata Arief, Pasar Jaya juga akan terus menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada pedagang pasar.

(dmi/pmg)

[Gambas:Video CNN]