Isu Reshuffle, Gerindra Anggap Jokowi Tak Bermaksud Mengancam

CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 14:30 WIB
Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Mapolda Metro Jaya, Senin (3/6) Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai Presiden Jokowi tidak bermaksud mengancam saat menyampaikan rencana reshuffle kabinet (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Gerindra menilai Presiden Joko Widodo tidak bermaksud mengancam kocok ulang kabinet atau reshuffle saat marah dalam Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu. Gerindra menganggap sikap Jokowi itu sebagai permintaan tegas agar menteri memperbaiki kinerja.

"Sebenarnya Pak Presiden bukan ancam-mengancam. Soal penilaian atau evaluasi kita serahkan kepada Presiden yang mengangkat para menteri," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (3/7).

Terkait isu reshuffle, Dasco mengatakan Gerindra menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Jokowi. Gerindra memahami bahwa reshuffle adalah hak prerogratif presiden yang bersifat mutlak.


Akan tetapi, Dasco mengklaim dua kader Gerindra yang menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju sudah bekerja dengan baik dan optimal. Mereka adalah Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan dan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Kerikanan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan siap merombak kabinet usai kinerja beberapa menteri tak sesuai harapannya. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat, Kamis (18/6), yang rekamannya diunggah Sekretariat Presiden di laman Youtube, Minggu (28/6).

Jokowi merasa masih ada menteri yang tak optimal menyerap anggaran di tengah pandemi Covid-19. Dia menyoroti serapan anggaran kesehatan penanganan covid-19 senilai Rp75 triliun yang baru terserap 1,53 persen.

Mantan Wali Kota Solo itu juga menyentil permasalahan dalam penyaluran bantuan sosial. Begitu pula soal bantuan kepada UMKM di saat pandemi.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," ucap Jokowi dalam video tersebut.

(dhf/bmw/sur)

[Gambas:Video CNN]