Hoaks, SE Dikbud Minta Data Siswa Berprestasi untuk Beasiswa

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 13:20 WIB
Deklarasi anti Hoax oleh Red Dragon Community yang di dukung oleh Polda Metro Jaya, di Bundaran Hotel Indonesia. Jakarta. Minggu, 15 April 2018. CNN Indonesia/Andry Novelino Ilustrasi gerakan melawan hoaks. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperingatkan ada surat edaran yang mengklaim datang dari pihaknya dan meminta data siswa berprestasi untuk beasiswa beredar di masyarakat.

Surat edaran dengan kop Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud dan menyertakan tanda tangan Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Muhammad Hamid itu bukan surat resmi atau merupakan hoaks.

"Kepada seluruh masyarakat dimohon untuk berhati-hati terhadap adanya surat palsu tersebut," demikian pengumuman pada situs resmi Kemendikbud, Selasa (7/7).


Dalam surat hoaks tersebut, katanya, kepala sekolah diminta menyampaikan data siswa berprestasi di tahun ajaran 2019/2020 dan mengirimkan ke alamat email yang dituju. Tujuannya untuk memberikan bantuan beasiswa.

Permintaan tersebut tertulis dalam Surat Edaran No. 5749/D/R/2019 tentang Permintaan Data Siswa Berprestasi Tahun Ajaran 2019/2020. Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Sekolah SD, SMP, SMA, SMK, SLB.

Surat hoaks itu menyatakan pemerintah telah menganggarkan dana untuk beasiswa prestasi akademik dan non-akademik untuk siswa berprestasi di seluruh jenjang pada sekolah negeri dan swasta.

Surat tersebut berdalih beasiswa diberikan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 27 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020/2021.

Untuk diketahui, Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 27 Tahun 2013 mengatur tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014.

Kemudian surat tersebut menginstruksikan kepala sekolah mendata siswa dan siswi yang berprestasi di bidang akademik. Data yang diminta berupa nilai rapor dan data pribadi maksimal 7 siswa per kelas.

Data pribadi yang diminta berupa nama, tempat dan tanggal lahir, nomor induk siswa, dan kelas siswa. Serta nama, pekerjaan, nomor telepon, dan alamat orang tua. Data tersebut diinstruksikan agar dikirim melalui email ke alamat dapodikdasmen_kemdikbud@yahoo.com paling lambat 24 Juli 2020.

(fey/kid)

[Gambas:Video CNN]