Polda Metro Terjunkan Tim Buser Usut Kematian Editor Metro TV

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 09:34 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya menerjunkan tim buser sebagai personel tambahan dalam rangka mengusut kasus kematian video editor Metro TV, Yodi Prabowo. Penambahan personel itu dilakukan agar pengungkapan kasus dugaan pembunuhan ini bisa segera diselesaikan.

"Tambah lagi tim dari Polda Metro tambah lagi nih tim buser turun bagi-bagi tugas semuanya. Tim lapangan akan turun ke TKP lagi untuk menyusuri lagi, mencari lagi CCTV yang lain," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (15/7).

Selain itu, sejauh ini kepolisian juga masih terus mengumpulkan berbagai informasi dan barang bukti untuk membantu mengusut kasus.


Kata Yusri, jika ada masyarakat yang memiliki informasi terkait Yodi, diharapkan menyampaikan ke pihak kepolisian. Sehingga dapat membantu pihak berwajib dalam mengungkap kasus.

"Makanya kita tetap cari keterangan, kumpulkan bukti, saksi," ucap Yusri.

Sebelumnya, video editor Metro TV, Yodi Prabowo ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) Ulujami, Jakarta Selatan, Jumat (10/7). Diduga Yodi menjadi korban pembunuhan.

Berdasarkan hasil autopsi, penyebab utama kematian Yodi adalah luka tusukan di bagian leher. Dugaan sementara, alat yang digunakan oleh pelaku untuk menusuk Yodi adalah pisau dapur.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 23 saksi, berasal dari pihak keluarga hingga rekan kerja Yodi. Selain itu, anjing pelacak dari unit K9 juga diturunkan untuk membantu pelacakan di lokasi penemuan jenazah.

Polisi sendiri mengaku ada beberapa kendala dalam pengusutan kasus ini. Mulai dari CCTV di sekitar lokasi yang buram hingga kondisi jenazah korban yang mulai membusuk saat ditemukan.

"(Rekaman CCTV) dua-duanya masih buram, masih kita cari lagi CCTV yang lain dekat situ, sekarang kita lagi kirim ke Labfor," kata Yusri, Selasa (14/7) kemarin.

(dis/osc)

[Gambas:Video CNN]