Polisi Telah Periksa 27 Saksi Kasus Kematian Editor Metro TV

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 00:21 WIB
A police line is placed in the middle of the crime scene so that the evidence remains safe Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/Herwin Bahar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 27 saksi telah diperiksa untuk mengusut kematian video editor Metro TV, Yodi Prabowo.

Para saksi itu terdiri dari tujuh orang rekan kerja korban, 16 orang pihak terkait, serta empat orang yang berada di sekitar lokasi.

"Kemarin kan ada 23 saksi, jadi ada tambahan empat saksi," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (15/7).


Disampaikan Yusri, jumlah saksi tersebut akan terus bertambah. Sebab, dalam beberapa waktu ke depan, ada dua saksi yang rencananya akan diperiksa oleh penyidik.

Selain memeriksa saksi, tim di lapangan juga terus melakukan penyusuran di sekitar lokasi penemuan jenazah korban.

"Di lapangan coba rangkai keterangan, terakhir dari kantornya jam berapa dan ke mana, inilah yang disusuri penyidik," ujarnya.

Lebih lanjut, Yusri menuturkan kepolisian juga masih mencoba mencari kamera CCTV yang ada di lokasi. Menurut Yusri, di daerah tersebut cukup sulit untuk menemukan kamera CCTV.

Sejauh ini, ada dua rekaman kamera CCTV yang berhasil diperoleh. Namun, gambarnya buram sehingga masih diperiksa oleh labfor.

"Dimasukkan labfor untuk dibuat terang, kira-kira kelihatan enggak, ini yang masih didalami puslabfor dan penyidik," ucap Yusri.

Jumat (10/7) lalu, video editor Metro TV, Yodi Prabowo ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) Ulujami, Jakarta Selatan.

Dari hasil autopsi, diketahui penyebab utama kematian Yodi adalah luka tusukan di bagian leher. Dugaan sementara, alat yang digunakan oleh pelaku untuk menusuk Yodi adalah pisau dapur.

Dalam mengusut kasus ini, polisi turut menerjunkan anjing pelacak dari unit K9 juga untuk membantu pelacakan di lokasi penemuan jenazah.

(dis/wis)

[Gambas:Video CNN]