Yurianto Angkat Suara soal Jerinx dan Isu Konspirasi Corona

mln, CNN Indonesia | Senin, 20/07/2020 10:49 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Berdasarkan data hingga Jumat (27/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 1.046 orang di 27 provinsi se-Indonesia  dengan jumlah pasien sembuh mencapai 46 orang dan  meninggal dunia mencapai 87 orang.  ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan pernyataan publik figur terkait virus corona (Covid-19) dan isu teori konspirasi di dalamnya tak berdasarkan data dan fakta. Pernyataan mereka juga dinilai Yuri membangun ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah dan tergolong hoaks alias berita bohong.

"Membangun opini ketidakpercayaan kepada pemerintah, membangun kegelisahan masyarakat tanpa dasar positif, tanpa data akurat, semacam hoax," kata Yuri kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/7).

Yuri menyebut salah satu pihak yang membuat pernyataan tak berdasar soal Covid-19 adalah penabuh drum Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astana alias Jerink. Ia menyatakan niat Jerink melontarkan pernyataan-pernyataan itu untuk melakukan kampanye hitam.


"Tegas saja drummer SID. Apakah follower-nya yang 2 jutaan juga ikut ikutan seperti dia? Pasti karena niatnya memang kampanye hitam," ujarnya.

Infografis Istilah-istilah Corona Baru dari Menteri TerawanFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Istilah-istilah Corona Baru dari Menteri Terawan

"Masyarakat sudah pintar dan tahu mengecek kebenaran satu berita, dan media juga sudah pintar mana yang perlu disebarluaskan," katanya.

Meskipun demikian, Yuri meyakini masyarakat sudah lebih teredukasi dan mengenal upaya pencegahan penularan virus corona. Selain itu, ia percaya media tahu mana yang perlu diberitakan.

Sebelumnya deretan konspirasi terkait Covid-19 muncul di berbagai media sosial. Teori konspirasi yang paling menyita perhatian publik adalah bahwa virus corona buatan elit global yan tidak perlu ditakuti.

Penganut teori tersebut meyakini Covid-19 merupakan salah satu alat kontrol elit global agar tetap berada di puncak piramida ekonomi dan politik dunia. Jerink menjadi salah satu orang yang menyuarakan konspirasi ini di Indonesia.

Beberapa hari lalu, Jerink menantang menantang Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, Indra Yovi. Lewat akun Instagramnya, @jrxsid, ia ingin bisa berkomunikasi dengan Indra terkait masuk ruang isolasi tanpa alat pelindung diri (APD).

"Saya sudah coba sejak berbulan bulan lalu dan tidak ada RS yang izinkan saya ketemu pasien tanpa APD," kata Jerink beberapa waktu lalu.

[Gambas:Instagram]



Terbaru penyanyi, Erdian Aji Prihartanto alias Anji yang mengomentari foto karya jurnalistik tentang jenazah pasien Covid-19. Anji menyebut ada beberapa kejanggalan dalam foto tersebut.

Misalnya soal fotografer yang bisa melihat jenazah saat keluarga tidak diperkenankan.

"Dalam kasus kematian (yang katanya) korban cvd, keluarga saja tidak boleh menemui. Ini seorang Fotografer, malah boleh. Kalau kamu merasa ini tidak aneh, artinya mungkin saya yang aneh," kata Anji dalam akun instagramnya @duniamanji.

"Saya percaya cvd itu ada. Tapi saya tidak percaya bahwa cvd semengerikan itu," lanjut Anji.

Hingga kemarin, Minggu (19/7), kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 86.521 orang. Dari total jumlah tersebut, 45.401 orang di antaranya sembuh dan 4.143 orang meninggal dunia.

(mln/fra)

[Gambas:Video CNN]