Gugus Tugas Sebut Pemotret Jenazah Corona Tak Beretika

CNN Indonesia | Senin, 20/07/2020 10:34 WIB
Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (28/3/2020). Pemprov Sumbar mencatat sebanyak 7 orang positif COVID-19 di provinsi itu, 16 orang menunggu hasil dan satu pasien positif warga Padang meninggal. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp. Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyebut orang yang mengambil gambar jenazah pasien virus corona (Covid-19) tidak beretika. Termasuk pula yang menyebarkannya hingga viral di media sosial.

"Kalau foto itu benar, maka yang mengambil gambar dan menyebarkan adalah orang yang tidak beretika," kata Wiku saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (20/7).

Wiku menegaskan bahwa Covid-19 berbahaya. Tidak mengenal jabatan, profesi, jenis kelamin, umur mau pun ras tertentu. Semua bisa terinfeksi. Oleh karena itu, dia tidak ingin ada pihak yang meremehkan bahaya dari Covid-19.


Diketahui, foto jenazah pasien Covid-19 yang telah dibungkus dan masih berada di ranjang rumah sakit beredar di media sosial. Foto itu adalah karya Joshua Irwandi, jurnalis foto National Geographic.

[Gambas:Instagram]

Organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI) membenarkan bahwa foto itu adalah karya Joshua Irwandi dan diunggah di akun Instagram @joshirwandi Kamis lalu (15/7).

Hingga Senin (20/7), telah ada lebih dari 300 ribu orang menyukai foto karya Joshua tersebut. Penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji mengunggah kembali foto tersebut di akun Instagram pribadinya @duniamanji pada Minggu kemarin (19/7).

"Dalam kasus kematian (yang katanya) korban Covid-19, keluarga saja tidak boleh menemui. Ini seorang Fotografer, malah boleh. Kalau kamu merasa ini tidak aneh, artinya mungkin saya yang aneh," kata Anji dalam akun Instagram pribadinya.

Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyarankan agar pihak-pihak yang bersangkutan menyebutkan lokasi rumah sakit tempat foto itu diambil.

"Kalau niatnya baik tunjukkan RS mana supaya bisa kita perbaiki. Masyarakat sudah pintar dan tahu mengecek kebenaran satu berita," kata Yuri.

Organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI) lantas mengkritik Anji. Ketua PFI Pusat Reno Esnir menilai Anji telah melecehkan foto karya jurnalistik.

Joshua, kata Reno, telah mematuhi kode etik jurnalistik, mematuhi prosedur perizinan, dan mengikuti segala macam protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pihak rumah sakit saat mengambil gambar. Karenanya, Ia mendesak Anji untuk meminta maaf.

"Karena PFI menilai ini merupakan bentuk pelecehan terhadap karya jurnalistik yang otentik dan pendiskreditkan profesi," kata Reno dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (20/7).

[Gambas:Instagram]

Joshua Irwandi sendiri belum memberikan respons soal pernyataan gugus tugas ini saat dihubungi lewat telepon dan percakapan instan.

(mln/bmw/sur)

[Gambas:Video CNN]