Gubernur Sulsel Hampir Kewalahan Tekan Angka Corona

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 00:20 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku sedikit pusing mengatur masyarakat di daerahnya untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. (CNN Indonesia/Sari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengeluhkan banyak masyarakat di daerahnya masih mengabaikan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19). Ia bahkan mengaku sedikit pusing untuk mengatur agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

"Jadi di Sulsel, khususnya Makassar bukan lagi new normal, tapi hidup normal. Ini betul-betul kami sedikit pusing," kata Nurdin dalam webinar yang ditayangkan di kanal Youtube Sindonews, Selasa (28/7).

Meski demikian, Nurdin mengklaim Pemprov Sulsel terus melakukan upaya untuk menekan angka penularan virus corona di Sulsel. Upaya seperti testing dan tracing virus corona dilakukan secara masif di tengah masyarakat.


Sosialisasi juga terus dilakukan untuk mengubah perilaku dan kedisiplinan masyarakat. Diantaranya imbauan melakukan jaga jarak, pemakaian masker, hingga cuci tangan menggunakan sabun.

"Tapi lagi-lagi protokol kesehatan harus lebih ketat. Bagaimana tokoh-tokoh lintas agama sebagai motivator atau edukator, bagaimana membantu pemerintah memutus rantai Covid," kata Nurdin.

Selain itu, Nurdin menjelaskan ada 6 wilayah di Sulsel yang masih menjadi perhatian Pemprov untuk menekan angka penularan corona di wilayah tersebut.

Dari 6 wilayah itu, Nurdin menyatakan Kota Makassar jadi prioritas penekanan wabah.

"Episentrum di Makassar. kami berharap Makassar bisa diselesaikan, berarti 80 persen persoalan Covid-19 di Sulsel selesai," kata dia.

Nurdin juga mengklaim pendapatan daerah tidak terpengaruh signifikan akibat pandemi corona. Ia menyatakan banyak masyarakat yang sehat tetap bekerja seperti biasa dengan imbauan penggunaan protokol kesehatan.

Terlebih lagi, kata dia, karakter masyarakat Sulsel sendiri kebanyakan bekerja pada sektor pertanian dan perikanan ketimbang pada sektor formal.

"Saya baca berita informasi dan beberapa hasil riset. Bahwa penularan itu lebih banyak di dalam ruangan. Saya pikir dengan aktivitas yang banyak di luar, bisa menurunkan kasus positif," kata Nurdin.

Data dari Satgas Penanganan Covid-19 per Senin (27/7) menyatakan angka kumulatif positif virus corona di Sulawesi Selatan sebanyak 8.991 orang. 

(rzr/wis)

[Gambas:Video CNN]