Gibran Calon Tunggal, Zulhas Sebut Konsekuensi Demokrasi

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 18:34 WIB
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengatakan kotak kosong merupakan pilihan demokrasi yang muncul dan tak bisa dielakkan. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. (ANTARA FOTO/Jojon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan kemungkinan putra pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka melawan kotak kosong pada Pilwalkot Solo 2020 merupakan konsekuensi dari demokrasi.

PAN diketahui merupakan salah satu partai yang mendukung Gibran untuk maju pada Pilwalkot itu.

Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020).  Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/pras.Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/pras).

"Konsekuensi dari pilihan demokrasi begitu ya. Kan sesuai dengan perundangan yang berlaku, kalau enggak ada yang menantang terus gimana? Enggak ada penantangnya yang maju bagaimana?" kata dia di DPP PAN Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).


Menurut dia, meskipun nantinya Gibran akan melawan kotak kosong pada Pilkada itu, rakyat masih bisa memilih.

"Kan sah juga nanti rakyat tetap bisa memilihkan, milih ini atau milih kotak, boleh aja," kata dia.

Ia juga tidak mempermasalahkan adanya anggapan politik dinasti dalam pengusungan Gibran itu.

Menurut dia, karier seseorang, biasanya sejalan dengan karier anggota lainnya dalam suatu keluarga.

"Kalau politisi biasanya itu keluarga kerabatnya, kariernya politisi juga, kalau tentara biasanya keluarganya tentara juga, kalau keluarga dokter, biasanya keluarganya dokter lagi gitu, kalau ada pengusaha pengusaha lagi. Terus ini di mana salahnya gitu," kata dia.

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebelumnya resmi mengusung Gibran Rakabuming Raka, putra pertama Presiden Joko Widodo, untuk maju sebagai calon wali kota Solo pada Pilkada 2020. Gibran dipasangkan dengan Teguh Prakosa.

Sejumlah partai menyatakan akan mendukungnya. Hanya Partai Keadilan Sejahtera yang belum menyatakan mendukung Gibran. Namun PKS tak mampung mengusung calon sendiri karena perolehan kursi yang tak cukup di DPRD Surakarta.

(yoa/ain)

[Gambas:Video CNN]