Gedung DPRD DKI Ditutup, Belum Ada Opsi Rapat Online

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 00:40 WIB
Keputusan untuk menggelar rapat secara online harus diputuskan melalui rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta. Gedung DPRD DKI Jakarta ditutup sementara untuk disterilisasi lantaran dua anggota DPRD terkonfirmasi positif Covid-19. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gedung DPRD DKI Jakarta ditutup sementara untuk disterilisasi lantaran dua anggota DPRD terkonfirmasi positif Covid-19. Artinya, agenda rapat di kantor DPRD yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih ditiadakan selama gedung ditutup.

"Kosong, enggak ada acara apa-apa di Gedung DPRD," kata Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta Hadameon Aritonang saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).

Dame mengatakan saat ini pihaknya belum mendapatkan perintah untuk menggelar rapat secara online atau dalam jaringan (daring). Namun demikian, ia tak menutup kemungkinan rapat anggota dewan digelar secara daring, mengingat penyebaran virus corona di wilayah Ibu Kota masih belum terkendali.


"Belum ada perintah untuk rapat online. Bisa saja memang misalnya pakai Zoom, tapi belum," ungkapnya.

Menurut dia, keputusan untuk menggelar rapat melalui daring itu harus diputuskan melalui rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD. Namun, rapat Bamus juga harus digelar secara tatap muka langsung.

Dame menjelaskan Bamus baru bisa menggelar rapat mengenai sistem kerja setelah gedung DPRD dibuka kembali pekan depan.

"Setelah dibuka kembali, Minggu depan kita (rapat) Bamus. Kalau satu minggu ini, agenda rapat kosong semua," tuturnya.

Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta Hadameon Aritonang saat memberi penjelasan mengenai satu pegawai DPRD positif virus corona di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/7).Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta Hadameon Aritonang. (CNN Indonesia/Damar Iradat)

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan anggota dewan mengaku kesulitan jika harus mengadakan rapat secara daring. Pasalnya, menurut dia, rapat tidak berjalan efektif selama dilakukan dengan tidak tatap muka.

"Kemarin kan kita (rapat via) Zoom, tidak efektif ternyata. Kalau makin berat (kondisi Covid), mungkin saja, karena pekerjaan tetap harus jalan," papar Gilbert.

Gilbert mengatakan akibat penutupan gedung DPRD, sejumlah agenda rapat dibatalkan. Di antaranya rapat mengenai pembahasan reklamasi kawasan Ancol.

Selama gedung DPRD ditutup, Gilbert mengatakan para anggota dewan turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi dari warga serta mengadakan rapat internal di luar gedung.

"Ke lapangan, reses/serap aspirasi, rapat internal di luar gedung DPRD, rapat internal fraksi dan lain-lain untuk konsolidasi," paparnya.

Seperti diketahui, Gedung DPRD DKI Jakarta ditutup untuk sementara waktu. Penutupan sudah berlangsung sejak 29 Juli 2020. Saat itu rencananya gedung ditutup hingga 2 Agustus untuk disemprot disinfektan.

Namun, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi memutuskan untuk memperpanjang penutupan gedung dewan pada 3-9 Agustus. Penutupan gedung ini dilakukan lantaran dua anggota dewan dan dua karyawan DPRD positif Covid-19. 

(dmi/pmg)

[Gambas:Video CNN]