Lacak Corona, ILUNI UI Usul Aplikasi GPS Lebih Dioptimalkan

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 02:21 WIB
Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menilai sejauh ini penggunaan aplikasi berbasis GPS untuk melacak virus corona masih belum maksimal. Pemerintah diminta meningkatkan penggunaan aplikasi berbasis GPS untuk memantau dan melacak penularan virus corona (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ikatan Alumni (ILUNI) Universitas Indonesia mengusulkan agar pemerintah meningkatkan penggunaan aplikasi berbasis Global Positioning System (GPS) untuk mendeteksi penyebaran virus corona (Covid-19). Masyarakat juga perlu diberikan sosialisasi lebih masif.

Ketua Policy Center UI, Jibriel Avisena menilai, penggunaan alat berbasis GPS penting dilakukan, terutama untuk pasien yang telah dinyatakan positif dan suspek.

"Nah ini yang saya kira perlu untuk ditingkatkan lagi. Aplikasinya sudah ada, cuma memang one single application yang dikampanyekan secara masif belum muncul di tingkat masyarakat," kata Jibriel dalam konferensi daring, Kamis (6/8).


Pernyataan itu, ia sampaikan dalam konferensi pernyataan sikap ILUNI UI terkait penanganan Covid-19 oleh pemerintah selama lima bulan terakhir di Indonesia.

Diketahui, sejauh ini telah ada sejumlah aplikasi yang bisa digunakan untuk mendeteksi penyebaran Covid-19. Salah satunya PeduliLindungi.

Aplikasi PeduliLindungi dibuat oleh masyarakat Indonesia dan pernah diperkenalkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Ada pula sejumlah aplikasi berbasis GPS buatan negara lain yang bisa dipakai untuk menunjang pelacakan kontak masyarakat dengan pasien virus corona.

ILUNI UI juga memberi rekomendasi kepada pemerintah dan parlemen mengenai kesehatan dan ekonomi.

Dalam aspek kesehatan, Jibriel menilai pemerintah perlu untuk membangun solidaritas di tengah masyarakat dalam menangani pandemi Covid-19. Ia turut menyoroti sejumlah blunder yang sempat dilakukan pemerintah pusat dan daerah, terutama di masa-masa awal penanganan virus tersebut.

"Pada Mei, relasinya belum efektif. Sekarang sudah menuju satu jalur. Sudah lebih baik lagi. Terbukti PSBB kemarin, pakemnya sudah relatif seragam," kata dia.

Sementara di aspek ekonomi, lanjutnya, ia menilai pemerintah perlu untuk membuat prioritas, misalnya dengan pijakan tiga aspek utama yakni, sisi pertumbuhan sektoral, sisi potensi pertumbuhan sektoral di masa depan, dan sisi kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

Selain itu, menurut Jibriel, pemerintah juga perlu membuat setiap detail kebijakan yang tegas. Misalnya, terkait dengan kalan kebijakan efektif berjalan, dan bagaimana mekanisme pengaduan jika tidak berjalan tidak efektif.

"Nah ini yang paling penting bagi kita untuk meningkatkan mekanisme pengaduan, yang harus day  to  day gitu. Saya kira harus lebih optimal lagi," ujarnya.

(thr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]