Motif Cemburu, Pembunuh Siapkan Palu di Margonda Residence

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 20:27 WIB
Kasus pembunuhan seorang perempuan yang ditemukan terikat di Apartemen Margonda Residence, Depok, disebut bermotif kecemburuan. Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/funky-data)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menetapkan seorang pria, FM, sebagai tersangka kasus pembunuhan perempuan berinisial AO di Apartemen Margonda Residence V, Depok. Motif pelaku diduga atas dasar kecemburuan.

Sebelumnya, AO ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut ditutup lakban, di Apartemen Margonda Residence, pada Selasa (4/8) malam.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut kasus ini diduga terkait kecemburuan sang pria terhadap korban AO yang kerap berhubungan dengan pria lain. Padahal, mereka berdua juga telah berhubungan dekat.


"Antara tersangka dengan korban sudah berhubungan dekat sejak 3 tahun yang lalu. Korban sering juga berhubungan dengan orang lain sehingga tersangka FM marah dan cemburu karena korban AO susah untuk dinasehati," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Ia menuturkan kasus ini bermula saat FM yang memesan kamar apartemen kepada pemilik unit via WhatsApp, Minggu (2/8) pukul 13.22 WIB, untuk ditempati pada Selasa (4/8). Batas waktu sewa adalah hingga pukul 18.23 WIB pada hari yang sama.

FM, kata dia, kemudian mengajak korban untuk bertemu di unit apartemen itu, pada Selasa (4/8) pukul 13.00 WIB. Tujuannya, meminta korban untuk tak berhubungan dengan pria lain.

Namun, saat itu FM sudah menyiapkan palu karet dan lakban putih yang dimasukkan ke dalam tas jinjing.

"Tersangka (kemudian) menjemput korban di Stasiun Depok Baru, lalu berboncengan dengan korban menggunakan sepeda motor milik korban menuju ke apartemen melepas rasa kangen serta membicarakan masalah agar korban jangan berhubungan dengan pria lain," ungkap Yusri.

Infografis Data Kekerasan yang Dialami PerempuanFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen

Setelah sampai di unit apartemen, AF menasehati AO. Tersangka disebut kesal karena pasangannya itu tak mendengarkan nasihatnya.

"Korban ngeyel sambil berbaring tengkurap di kasur, sehingga membuat tersangka merasa emosi yang akhirnya mengambil palu karet dan dipukulkan di kepala korban," tutur Yusri.

Pada pukulan pertama, sang korban masih sempat melawan. AF kemudian memukulkan lagi palu secara terus menerus hingga membuat korban tak berdaya.

"Dari hasil identifikasi terdapat luka benda tumpul," kata dia.

AF kemudian melakban mulut korban serta mengikat tangan dan kaki korban dengan tali sepatu.

Tak berhenti di situ, tersangka menggasak ponsel dan cincin di dalam tas korban serta kunci sepeda motor. Dia kemudian pergi keluar kamar menuju ke parkiran untuk mengambil sepeda motor milik korban.

Dobrak Pintu

Pukul 19.50 WIB di hari yang sama, pemilik unit risau karena FM belum mengembalikan kunci apartemen. Ia pun menghubungi pihak keamanan untuk membuka paksa unit apartemennya.

"Pemilik kamar bersama dua orang teknisi apartemen dan sekuriti mendobrak pintu dengan kunci pipa," ujar Yusri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Jakarta, Sabtu, 18 Juli 2020.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut kasus ini berlatar belakang kecemburuan pelaku pada korban. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Setelah berhasil mendobrak pintu, mereka mendapati ada seseorang yang tertidur di kasur dalam kondisi tertutup selimut.

"Korban dalam posisi tengkurap dan tertutup selimut. Lalu [mereka] memegang bagian punggung [korban], ternyata dingin dan ketika selimut dibuka, ternyata korban dalam posisi terikat," tutur Yusri.

"Korban ditemukan dengan tangan terikat, mulut tertutup lakban, kaki diikat lakban, luka pada bagian kepala," tambahnya.

Kasus itu kemudian langsung dilaporkan ke Polsek Beji yang langsung mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Di TKP, petugas menemukan sejumlah barang bukti, antara lain, KTP korban, KTP pasangan korban, palu terbungkus handuk, bercak darah di lantai, masker warna merah muda, selimut atau bed cover motif bunga, tas jinjing warna hitam, lakban bening, satu bungkus rokok, tali sepatu, dan pewangi ruangan.

Pengejaran terhadap pelaku dilakukan. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Depok Kompol Wadi Sabani mengatakan pelaku pembunuhan ditangkap di Bekasi Barat, Jawa Barat, Rabu (5/8).

Faiq kemudian disangkakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan atau 338 tentang pembunuhan dan atau 365 tentang pencurian dengan kekerasan pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman maksimalnya hukuman mati.

(ndn/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK