Epidemiolog UI Ingatkan Pasien Corona Harus Diawasi Ketat

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 04:15 WIB
Pakar epidemiologi UI Tri Yunis Miko Wahyono mengingatkan pasien positif corona harus diawasi ketat agar tidak menjadi sumber penularan baru. Ahli epidemiologi UI Tri Yunis Miko Wahyono mengingatkan pasien positif corona harus diawasi ketat agar tidak menjadi sumber penularan baru. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mewanti-wanti agar pasien positif virus corona yang menjalani isolasi mandiri di rumah diawasi dengan ketat. Hal itu dilakukan  sehingga tidak menjadi sumber penularan baru.

"Pasien positif covid-19 yang menjalani isolasi mandiri ini harus benar-benar diawasi, harus diam di rumah. Kalau mereka butuh bantuan, diberi bantuan," kata Tri saat bertemu Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor seperti dikutip Antara, Jumat (7/8).

Berdasarkan catatan Tri, hingga Senin (3/8), terdapat 40 pasien positif corona yang menjalani isolasi mandiri di Kota Bogor.


Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini menambahkan, selain pengawasan, GTPP COVID-19 dan Dinas Kesehatan Kota Bogor juga penting memberikan pemahaman terhadap pasien positif corona bagaimana menjalani isolasi mandiri di rumah.

Tri yang mencermati data penyebaran virus corona di Kota Bogor pada 10 Maret hingga 3 Agustus 2020 mengaku kaget karena penularan corona dari luar kota sangat tinggi dibandingkan faktor penularan lainnya. Tercatat, penularan covid-19 dari luar Kota ada sebanyak 111 kasus.

"Dari data klaster luar kota, ternyata warga Kota Bogor yang keluar kota menggunakan kendaraan pribadi dan tertular Covid-19 ada 80 persen. Jadi, harus dievaluasi lagi, sebetulnya penularannya di mana," katanya.

Tri menyarankan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala besar praadaptasi kebiasaan baru (PSBB Pra-AKB), pasien positif covid-19 yang saat ini ada 86 kasus, baik yang diisolasi mandiri di rumah maupun diisolasi di rumah sakit, harus diawasi dengan baik.

Sementara itu, Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan Pemkot Bogor telah melakukan berbagai upaya secara intensif dan sistematis untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Bogor.

Namun, pergerakan warga Kota Bogor, termasuk aktivitas ke luar kota tidak bisa dibatasi sepenuhnya.

"Banyak warga Kota Bogor yang bekerja di Jakarta, sehingga harus pergi ke Jakarta dan pulang kembali ke Bogor setiap hari," katanya.

Menurut Tri, salah satu upaya pencegahan penyebaran, Pemkot Bogor harus terus melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan dan penggunaan masker secara intensif.

(Antara/sfr)

[Gambas:Video CNN]