Belum Sepekan Ganjil Genap, Pengguna Angkutan Naik 3 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 16:14 WIB
Kadishub DKI mengatakan kenaikan 3 persen penumpang umum itu tercatat pada semua jenis layanan angkutan umum di kawasan ibukota RI tersebut. Petugas kepolisian mengatur lalulintas saat hari pertama penindakan sistem ganjil-genap di kawasan Matraman, Jakarta Pusat. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat kenaikan jumlah penumpang angkutan umum di Ibu Kota RI itu setelah pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap kembali diterapkan sejak 3 Agustus lalu.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyebut kenaikan jumlah penumpang tersebut mencapai persen merupakan perhitungan akumulatif dari sejumlah jenis layanan angkutan umum: Kereta Rel Listrik (KRL), moda raya terpadu (MRT), Transjakarta, dan lintas rel terpadu (LRT).

"Dari aspek layanan angkutan umum terjadi peningkatan jumlah angkutan umum angkanya sekitar 3 persen," kata Syafrin kepada wartawan di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).


Seiring lonjakan penumpang angkutan umum, Syafrin mengatakan pihaknya juga mencatat penurunan lalu lintas di Jakarta sekitar 4 persen hingga Rabu (5/8) lalu, atau tiga hari sejak ganjil genap diterapkan pada Senin (3/8).

Kendati terjadi lonjakan penumpang angkutan umum, menurut Syafrin kenaikan itu masih bisa diatasi.

Pihaknya mengaku telah menambah jumlah armada angkutan umum untuk mengantisipasi lebih lanjut lonjakan penumpang.

"Namun saya sampaikan untuk peningkatan ini sebenarnya masih bisa dikover angkutan umum sebelum ganjil genap diujicobakan kemarin," kata Syafrin.

Lebih lanjut, Syafrin menjelaskan, penerapan ganjil genap di masa pandemi Covid-19 kali ini juga berbeda dengan penerapan sebelumnya. Dia mengatakan sebelum pandemi, penerapan ganjil genap bertujuan untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Sementara kali ini, penerapan ganjil genap juga untuk mengurangi pengguna angkutan umun. Hal itu pihaknya lakukan antara lain dengan menerapkan sistem sif kerja di perkantoran dengan kuota maksimal 50 persen dari total pegawai.

"Saat ini dengan physical distancing dan pengaturan di hulunya di mana untuk pekerja sudah dibagi sif tetap menjalankan WFH 50 persen, sehingga pergerakan orang dengan kendaraan pribadi itu menjadi indikator utama tinggi atau tidaknya mobilitas warga," jelasnya.

Pemprov DKI kembali memberlakukan sistem ganjil genap kendaraan bermotor di masa perpanjangan ketiga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta.

Syafrin mengatakan pihaknya telah melakukan analisis kepadatan kendaraan selama dua kali masa penerapan PSBB transisi selama empat pekan, dan hasilnya volume kendaraan di DKI Jakarta bahkan telah melampaui lalu lintas normal.

(thr/kid)

[Gambas:Video CNN]