Corona, Lantai 7 Gedung G Balai Kota DKI Ditutup Sementara

CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 03:17 WIB
Sejumlah staf di Lantai 7 Gedung G Balai Kota DKI Jakarta reaktif covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Sejumlah staf di Lantai 7 Gedung G Balai Kota DKI Jakarta reaktif covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup sementara lantai tujuh Gedung Blok G Balai Kota hingga Senin (10/8). Pasalnya, sejumlah staf di lokasi tersebut dinyatakan reaktif virus corona (covid-19) berdasarkan tes cepat (rapid test).

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengungkapkan gedung tidak ditutup seluruhnya karena merupakan pusat pelayanan masyarakat.

"Lantai tujuh hari ini tutup semua, tapi Senin masuk. Enggak bisa semuanya ditutup, karena ini layanan, tapi kami sudah 50 persen pegawai (yang bekerja di kantor)," kata Saefullah di Balai Kota Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (8/8).


Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Chaidir mengungkapkan jumlah pegawai yang reaktif tidak banyak dan kini mereka sudah diminta isolasi dan bekerja di rumah atau work from home (WFH).

"Lalu sekarang dites PCR, jadi belum terpapar, reaktif positif, makanya dilakukan WFH di rumahnya isolasi mandiri," ujar Chaidir.

Lantai tujuh Gedung G Balai Kota merupakan lokasi kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta.

"Hanya itu aja ditutup, tapi kan BPKD punya tiga lantai, lantai tujuh, lantai 14, lantai 15," katanya.

Lebih lanjut, Chaidir menambahkan, hasil swab dari staf yang dinyatakan reaktif corona belum keluar hingga saat ini. Namun, pemprov telah menyiapkan langkah-langkah jika hasilnya telah keluar.

"Nanti kelihatannya ada tingkatannya, kategori ringan, sedang dan berat. Kalau baru ringan, ya, mereka cukup melakukan karantina di rumah, kalau sedang baru mereka dirujuk ke wisma atlet," ucapnya menambahkan.

Sebagai informasi, per Jumat (7/8), Pemprov DKI mencatat kasus positif di Ibu Kota bertambah 658 orang, sehingga total menjadi 24.521 kasus. Sebanyak 15.201 orang dinyatakan sembuh, dan 922 orang meninggal dunia.

(Antara/sfr)

[Gambas:Video CNN]