Setelah Vila, KPK Sita Kebun Kelapa Sawit Nurhadi di Sumut

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 11:14 WIB
KPK menyita kebun kelapa sawit di Padag Lawas, Sumut milik eks Sekretaris MA Nurhadi yang diduga merupakan hasil kejahatannya. Ilustrasi kebu sawit. (Foto: CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita lahan kebun kelapa sawit yang diduga terkait dengan kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman.

Lahan kebun kelapa sawit yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, itu diduga merupakan hasil dari tindak kejahatan yang dilakukan oleh Nurhadi.

"KPK sita lahan kebun kelapa sawit dalam perkara tersangka NHD (Nurhadi)," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (12/8).


Ali enggan mengungkapkan luas lahan kebun kelapa sawit yang telah disita. Juru bicara berlatar belakang jaksa ini berujar bahwa tindakan upaya paksa tersebut masih terus dilakukan.

"Sampai hari ini masih giat sita lokasi di beberapa kecamatan di sana," ucap dia.

Dalam penyitaan, Tim Penyidik KPK berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Padang Lawas.

Ia menuturkan koordinasi dilakukan dalam bentuk peminjaman ruang kerja sebagai tempat pemeriksaan saksi-saksi dalam rangka penyitaan dan juga bantuan pengamanan dari personil Kejaksaan Negeri Padang Lawas Sumatera Utara.

Nurhadi AbdurrachmanMantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman. (Foto: Dok. KPK)

"Agenda yang dilaksanakan oleh Tim Penyidik KPK yaitu pemeriksaan saksi-saksi dalam rangka penyitaan barang bukti berupa dokumen-dokumen dan lahan kelapa sawit yang tersebar di beberapa kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Padang Lawas yang diduga terkait dengan tersangka NHD," tandasnya.

Sebelumnya, KPK juga sudah menyita sejumlah aset yang berada di vila milik Nurhadi di kawasan Gadog, Bogor, Jawa Barat. Sejumlah barang yang disita ada belasan kendaraan mewah roda dua maupun roda empat beserta tanah dan bangunan.

KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada tahun 2011-2016. Mereka ialah Nurhadi Abdurrachman; menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto.

Nurhadi dan Rezky ditangkap setelah tiga bulan melarikan diri. Keduanya ditangkap tim KPK di sebuah rumah di Jalan Simprug Golf 17 No. 1 Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sedangkan Hiendra sampai saat ini masih melarikan diri. Belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai perkembangan pencarian buronan tersebut.

(ryn/arh)

[Gambas:Video CNN]