Nadiem Ingin Merdeka Belajar Jadi Pekik Revolusi Aceh-Papua

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 15:40 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan slogan Medan Merdeka sudah bisa dipakai semua pihak untuk kepentingan pendidikan. Mendikbud Nadiem Makarim ingin slogan Merdeka Belajar menjadi teriakan revolusi Sabang sampai Merauke. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ingin slogan Merdeka Belajar menjadi teriakan revolusi dari Sabang, Aceh sampai Merauke, Papua. Nadiem menyebut slogan tersebut bisa digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Kita ingin Merdeka Belajar itu menjadi suatu teriakan revolusi dari Sabang sampai Merauke. Kita ingin esensi dan filsafat dari Ki Hajar Dewantara itu diteriakkan dan dimiliki bersama," kata Nadiem dalam konferensi pers secara daring, Jumat (14/8).

Nadiem menyatakan penggunaan Merdeka Belajar secara bersama ini tak lain sebagai upaya untuk mendukung ekosistem pendidikan nasional.


Menurutnya, sistem pendidikan wajib menjunjung asas gotong royong dan kebersamaan yang berakar dari esensi dan filosofi Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

"Nantinya penggunaan 'Merdeka Belajar' bisa digunakan oleh banyak pihak tanpa harus mengeluarkan kompensasi, selama masih dalam kaitannya dengan pendidikan dan aturan yang berlaku," ujarnya.

Infografis Kebijakan 'Kampus Merdeka' ala Menteri NadiemFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Kebijakan 'Kampus Merdeka' ala Menteri Nadiem

Nadiem mengatakan wujud Merdeka Belajar yang pihaknya terapkan antara lain melakukan fleksibilitas satuan pendidikan dengan memperbolehkan mahasiswa keluar dan mencari pengalaman di perusahaan, magang, dan sebagainya.

Kemudian, fleksibilitas kurikulum hingga tenaga pengajar yang diberikan lampu hijau untuk menyisipkan unsur kearifan lokal dalam melakukan pembelajaran.

Lebih lanjut, pendiri Go-Jek itu menyatakan tak ada upaya ajang promosi Sekolah Cikal, yang sebelumnya menjadi pemilik merek dagang dari slogan Merdeka Belajar. Menurutnya, penggunaan slogan Merdeka Belajar mulai saat ini resmi menjadi kepemilikan dari Kemendikbud.

Kepentingan Anak

Sementara, Pendiri Sekolah Cikal Najeela Shihab mengatakan kegiatan yang pihaknya lakoni selama ini, mulai dari menerbitkan buku, melakukan temu pendidik se-Nusantara, serta melakukan publikasi rutin, tidak ada niat untuk melakukan komersialisasi.

"Itu sama sekali tidak ada niat komersialisasi, tidak ada niat untuk mempromosikan dagangan. Kepentingan utamanya adalah kepentingan anak," kata Najeela.

Putri sulung Quraish Shihab itu juga menyebut upaya pihaknya mengesahkan slogan Merdeka Belajar ke Kementerian Hukum dan HAM untuk melindungi keberlanjutan dan eksistensi dari kegiatan yang mereka lakoni bertahun-tahun.

Sebelumnya, berdasarkan informasi dari Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham, slogan Merdeka Belajar telah terdaftar sebagai hak paten dari PT Sekolah Cikal beralamat di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, per 22 Mei 2020.

Pendaftaran merek Merdeka Belajar sendiri telah diajukan sejak 1 Maret 2018.

Sementara itu, Nadiem menerbitkan kebijakan pertamanya dengan tajuk Merdeka Belajar pada 2019 lalu. Program Merdeka Belajar ala Nadiem pun masih terus berjalan sampai saat ini.

(khr/fra)

[Gambas:Video CNN]