DKI 27 Ribu Kasus Corona, Wagub Banggakan Tes Masif Berhasil

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 16:22 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya sudah optimal melakukan tes dan pelacakan, sehingga banyak kasus teridentifikasi. Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan kasus positif sudah banyak diketahui di wilayahnya berkat tes dan pelacakan masif (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim pihaknya berhasil mengidentifikasi masalah penyebaran virus corona (Covid-19) secara optimal. Menurutnya itu semua berkat tes dan pelacakan (tracing) kasus baru yang dilakukan dengan masif.

Menurut Riza, saat ini Jakarta merupakan provinsi dengan jumlah tes PCR terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data situs pemantauan corona Jakarta pada Jumat (14/8), jumlah orang yang telah menjalani tes PCR mencapai 485.11, sementara total spesimen yang diperiksa mencapai 695.802 spesimen.

"Artinya apa? Testing dan tracing kami berhasil untuk identifikasi masalah masuk titik-titik penyebaran Covid," kata Riza di Balai Kota, Jumat (14/8).


"Kalau kita ingin putuskan penyebaran ya harus identifikasi masalah, testing dan contact tracing adalah cara yang paling baik untuk segera identifikasi masalah," tambahnya.

Riza mengamini penyebaran virus corona di ibu kota masih tinggi. Kendati demikian, menurut Riza, penyebaran virus masih dapat dikendalikan.

Ia mengklaim saat ini angka kematian atau case fatality rate (CFR) di Jakarta menurun menjadi hanya 3,6 persen. Hingga saat ini, jumlah orang yang meninggal akibat Covid mencapai 981 orang.

Tingkat kesembuhan di Jakarta mencapai 17.838 atau berkisar di angka 64 persen dari total kasus positif.

"Ini upaya kita dalam rangka mengendalikan dan menangani dengan sangat baik. Jakarta juga dikatakan para ahli adalah provinsi terbaik dalam menangani Covid," tutur Riza.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memutuskan untuk kembali memperpanjang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi untuk dua pekan ke depan atau sampai 27 Agustus 2020. Menurut Riza, langkah ini diambil, lantaran jumlah kasus masih cukup tinggi.

Kendati demikian, politikus Partai Gerindra itu menekankan bahwa pihaknya masih dapat mengendalikan penyebaran virus tersebut.

"Dalam seminggu ini sebenarnya sudah mulai turun dari yang sebelumnya minggu lalu sempat tinggi, beberapa hari ini mulai turun," tuturnya.

Reproduction number atau angka penularan virus corona (Rt) di Jakarta masih berada di angka 1,09. Padahal, sebelum PSBB transisi, angka tersebut sempat mencapai di bawah 1.

Hingga Kamis (13/8) total kasus positif di ibu kota sudah mencapai angka 27.863 kasus. Dari jumlah tersebut, 9.044 berstatus kasus aktif atau masih dalam perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri.

Kemudian, dari total kasus positif, sebanyak 17.836 orang dinyatakan telah sembuh, dan 981 orang meninggal dunia.

(dmi/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]