Paguyuban di Garut Ubah Lambang Garuda, Kepala Hadap Depan

CNN Indonesia | Selasa, 08/09/2020 18:56 WIB
Bakesbangpol Garut menelusuri paguyuban yang kini disorot karena dugaan mengubah kepala Garuda Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Ilustrasi. Garuda Pancasila adalah lambang negara Republik Indonesia. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Bandung, CNN Indonesia --

Sebuah paguyuban di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi sorotan karena dugaan mengubah bentuk burung Garuda Pancasila, dan mengganti kalimat Bhineka Tunggal Ika.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut Wahyudijaya mengatakan paguyuban yang bernama Tunggal Rahayu itu berpusat di Kecamatan Caringin.

Wahyudijaya mengatakan pihaknya kini sedang menelusuri terkait keberadaan serta aktivitas yang dilakukan paguyuban tersebut.


"Beberapa waktu lalu perwakilan paguyuban mendatangi Kantor Bakesbangpol untuk mengajukan perizinan legalitas paguyuban tersebut. Namun, kami tak memproses perizinan tersebut karena mereka tidak bisa menjelaskan dan menunjukkan kelengkapan administrasinya," kata Wahyudijaya dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (8/9).

Wahyu menuturkan saat mereka datang ke kantor Bakesbangpol untuk mengurus perizinan atau legalitas paguyuban, dirinya melihat adanya beberapa kejanggalan.

Salah satunya, logo burung garuda yang jadi simbol negara dijadikan logo Paguyuban Tunggal Rahayu. Namun, di beberapa bagian ada yang diubah.

"Di samping itu, logo burung Garuda yang yang digunakan sebagai simbol Paguyuban Tunggal Rahayu tersebut kepalanya dibuat dengan menghadap ke depan. Selain itu, dalam tulisan Bhinneka Tunggal Ika yang ada di bagian bawah juga telah ditambah dengan kalimat lain," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Wahyu menyebutkan keberadaan paguyuban ini rawan menimbulkan konflik. Selain ada penolakan dari warga sekitar, pimpinan paguyuban juga menjanjikan materi dalam bentuk uang kepada para pengikutnya.

"Bahkan pengikutnya yang mempunyai utang pun dijanjikan akan dilunasi oleh pihak paguyuban. Adapun uang yang dijanjikan akan diberikan kepada para anggota paguyuban tersebut berasal dari Bank Swiss," tuturnya.

Wahyu menyebut, secara sepintas Paguyuban Tunggal Rahayu ini mirip dengan organisasi Amalillah yang juga sempat menghebohkan Garut beberapa tahun lalu.

Hanya saja, kata dia, belum diketahui secara pasti apakah anggota paguyuban diwajibkan membayar iuran sebagaimana kelompok Amalillah.

Bukan Hanya di Garut


Menurut Wahyu, keanggotaan Paguyuban Tunggal Rahayu bukan hanya tersebar di wilayah Kabupaten Garut, tapi juga di wilayah tersebut.

Ia menyebutkan salah satunya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Hal ini diketahui setelah pihaknya dihubungi Bakesbangpol Kabupaten Majalengka untuk mempertanyakan keberadaan Paguyuban Tunggal Rahayu.

"Jadi beberapa waktu lalu, ada teman saya dari Bakesbangpol Majalengka menghubungi. Beliau mempertanyakan keberadaan Paguyuban Tunggal Rahayu yang katanya pusatnya ada di Garut. Menurut teman saya itu, keanggotaannya juga sudah beredar di Majalengka dan saat ini jumlahnya sudah mencapai ribuan," ucap Wahyu.

Di Majalengka, kegiatan Paguyuban Tunggal Rahayu ini berpusat di Kecamatan Malausma.

Wahyu pun mengimbau kepada warga Garut untuk tidak mudah tergiur dengan janji-janji yang diberikan pihak-pihak tertentu, termasuk janji pemberian materi dalam bentuk uang atau pelunasan utang dengan dana berasal dari Bank Swiss.

"Selain itu, warga juga diharapkan tidak mudah masuk organisasi atau paguyuban yang legalitasnya belum jelas," ujarnya soal Paguyuban yang menjadi sorotan karena dugaan mengubah Garuda dan kalimat Bhineka Tunggal Ika tersebut.

(hyg/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK