Sepekan Kasus Covid RI Naik 18 Persen, Bali Jadi Sorotan

CNN Indonesia | Selasa, 08/09/2020 21:28 WIB
Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Provinsi Bali sebagai wilayah dengan penambahan kasus paling tinggi di antara 34 Provinsi di Indonesia. Petugas medis beraktivitas di RS Universitas Udayana yang menjadi rumah sakit khusus untuk penanganan Covid-19 di wilayah Provinsi Bali. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 mencatat selama sepekan ini terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif virus corona sebanyak 18 persen, atau bertambah sebanyak 3.472 kasus.

"Perkembangan kasus positif mingguan pertama secara nasional penambahan kasus Covid-19 selama seminggu terakhir ini mengalami kenaikan 18,6 persen dibanding minggu lalu dari 18.625 menjadi 22.097," kata Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (8/9).

Kemudian, Wiku juga mencatat Provinsi Bali sebagai wilayah dengan penambahan kasus paling tinggi di antara 34 Provinsi di Indonesia. Bahkan, kenaikan Bali melebihi jumlah seratus persen yakni dari 565 kasus menjadi 1.134 kasus positif.


"Dan kenaikan kasus ini, tertinggi pertama adalah di Bali naik lebih dari 100 persen," ujar Wiku.

Kemudian empat provinsi lain yang juga menjadi penyumbang kasus positif tertinggi adalah Sulawesi Selatan, Riau, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.

Sementara itu di Bali, lima Kabupaten/Kota yang mulanya zona oranye atau risiko sedang Covid-19 berubah menjadi kategori zona merah atau risiko penularan tinggi. Lima wilayah itu adalah Jembrana, Badung, Gianyar, Buleleng, dan Kota Denpasar.

Lima daerah itu menambah daftar zona merah di Bali, yang sebelumnya hanya Bangli, Klungkung, Karangasem, dan Tabanan.

Kenaikan Persentase Kasus Kematian

Selain itu, Wiku turut menyampaikan persentase kenaikan kasus kematian di Indonesia selama sepekan terakhir. Wiku menyebut persentase kasus kematian tertinggi ada di Jawa Timur.

"Kami ingin menyampaikan terkait kasus meninggal mingguan secara nasional terjadi penambahan kasus covid-19 sebesar 3 persen dibanding dengan minggu lalu, yaitu dari 663 menjadi 683 penambahan kasus," katanya.

Bila diranking, mereka adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Petugas kepolisian yang mengenakan kostum menyeramkan 'Celuluk' melakukan sosialisasi langkah-langkah pencegahan COVID-19 di Pasar Tradisional Sempidi, Badung, Bali, Selasa (12/5/2020). Kegiatan yang dilakukan petugas kepolisian Polres Badung di sejumlah pasar tradisional dan ruas jalan tersebut dilakukan untuk mengimbau masyarakat terus melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 seperti mengenakan masker, rutin mencuci tangan, menjaga jarak serta tidak melakukan perjalanan mudik. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.Petugas kepolisian yang mengenakan kostum menyeramkan 'Celuluk' melakukan sosialisasi langkah-langkah pencegahan Covid-19 di Pasar Tradisional Sempidi, Badung, Bali. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

PDPI Minta Pemerintah Lockdown Saat Situasi Mendesak

Terpisah, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto meminta pemerintah melakukan langkah tegas dan nyata dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Salah satunya adalah dengan melakukan karantina wilayah hingga penutupan wilayah (lockdown).

Agus mengatakan jika pemerintah tidak menghentikan serentak potensi penularan virus corona (Covid-19) maka dikhawatirkan akan melumpuhkan sistem kesehatan dan menimbulkan kematian dalam jumlah besar.

"Tanpa menghentikan serentak penyebaran, kasus dikhawatirkan akan melumpuhkan sistem kesehatan dan kematian skala besar, maka dari itu pemerintah harus menyediakan langkah-langkah selanjutnya berupa karantina wilayah sampai dengan lockdown bila keadaan saat mendesak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9).

PDPI juga menilai pemerintah belum maksimal menangani pandemi semenjak muncul kasus Covid-19 pada 2 Maret lalu. Hal itu, kata Agus Dwi, dibuktikan dengan peningkatan kasus Covid-19 harian yang cenderung mengalami tren peningkatan.

Per hari ini, Selasa (8/9) tambahan kasus Covid-19 tercatat sebanyak 3.046 kasus, akumulasi kasus positif tembus 200.035 kasus. Sebanyak 142.958 sembuh, 8.230 meninggal dunia.

Menyinggung kasus kematian tenaga kesehatan, Agus meminta pemerintah melakukan upaya nol kematian (zero death) terhadap para petugas medis dengan membentuk komite penyelamatan dokter dan tenaga kesehatan.

"Pemerintah harus melakukan upaya menuju zero death terhadap petugas medis dan petugas kesehatan. Bentuk komite penyelamatan dokter dan tenaga kesehatan," ucapnya.

Pihaknya juga meminta pemerintah melibatkan tenaga profesional untuk membantu penanganan pandemi, seperti epidemiolog yang kompeten dalam hal infeksi menular, langkah testing-tracing-treatment juga harus dikerjakan tenaga ahli.

"Pemerintah sebaiknya membuat rencana strategi berdasarkan ilmu pencegahan penyakit menular, selain klinisi profesional, libatkan para epidemiologis yang kompeten dalam hal penyakit infeksi menular. Pendekatan 3T harus dikerjakan secara bersamaan melibatkan para ahli," jelasnya.

Selain itu, PDPI juga meminta jajaran pemerintahan baik pusat maupun daerah untuk memberikan contoh yang baik dalam penerapan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker. Hal itu dikarenakan, menurut Agus, perilaku pemimpin daerah sangat berpengaruh pada tindakan masyarakat.

(mln, khr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK