DPR Soal Rapat RUU Ciptaker di Akhir Pekan: Senin Ada PSBB

tst & t, CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2020 16:00 WIB
DPR RI menggelar rapat pembahasan RUU Cipta Kerja pada akhir pekan ini dengan alasan ruang gerak akan semakin sukar ketika PSBB diterapkan. Ilustrasi DPR RI. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja pada akhir pekan ini.

Wakil Ketua Baleg Achmad Baidowi berdalih rapat pembahasan RUU Ciptaker yang banyak menuai kontroversi itu digelar di tanggal merah lantaran tugas Baleg saat ini semakin banyak, sementara ruang gerak makin sempit di tengah pandemi.

"Karena tugas kita masih banyak, dan mulai minggu depan ada pembatasan (PSBB). Makanya dimaksimalkan waktu minggu ini," kata pria yang kerap disapa Awi itu saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Sabtu (12/9).


Awi juga menyatakan rapat yang digelar sejak pagi tadi itu diketahui pimpinan DPR. Ia menyebut pembahasan Omnibus Law harus segera diselesaikan agar bisa dibawa ke rapat selanjutnya, mengingat pembatasan pembahasan RUU.

"Kita dibatasi oleh ketentuan di DPR bahwa ada limitasi bagi RUU yang sedang dibahas, yakni tiga kali masa sidang," kata dia.

Awi menyatakan rapat akan kembali dilanjutkan Senin (14/9) pekan depan, dengan jumlah peserta rapat yang hadir disesuaikan dengan kebijakan PSBB yang kembali diterapkan di Jakarta.

"Masih berlanjut dan diteruskan Senin. Jumlah kehadiran fisik menyesuaikan dengan edaran pimpinan DPR," kata dia.

Sebelumnya pada pertengahan pekan ini Baleg menyatakan telah merampungkan 60 persen pembahasan.

"Kalau dikalkulasi 60 persen sudah hampir selesai. Yang paling inti kan di Bab III, kita selesaikan dulu Bab III, baru nanti bab yang lain," kata Achmad pada Rabu (9/9).

Bab III RUU Cipta Kerja yang telah dibahas sejak awal September, terkait peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha. Terdapat 80 pasal dalam Bab III yang menjadi salah satu inti RUU Cipta Kerja.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Susiwijono, pada 27 Agustus, mengatakan perkembangan pembahasannya sudah mencapai 80 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga sempat mengklaim pembahasan RUU Omnibus Law Ciptaker akan selesai dalam masa sidang paripurna tahun ini.

(vws)

[Gambas:Video CNN]