Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 07:21 WIB
Ajudan Gubernur Maluku, Cristoforus Yamrewaf tak terima ditegur petugas Pattimura Ambon. Kemudian cekcok dan terjadi pemukulan. Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/stevanovicigor)
Ambon, CNN Indonesia --

Seorang staf PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Pattimura Ambon menjadi korban pemukulan ajudan Gubernur Maluku, Cristoforus Yamrewaf. Akibat kejadian itu korban bernama I Gede Baratha Adi mengalami pendarahan di bagian hidung.

"Peristiwa terjadi per Jumat (18/9) sekitar pukul 06.30 WIT," kata Humas Angkasa Pura I Bandara Pattimura Ambon, Aditya Wibisono, Jumat (18/9) malam.

Menurut Aditya, korban sempat menegur ajudan Gubernur yang hendak menerobos pintu masuk kedatangan Bandara tanpa seizin petugas untuk menjemput Gubernur Murad Ismail.


"Sempat terjadi adu mulut antar petugas dan ajudan, namun ajudan tak terima ditegur dan main pukul petugas," tutur dia menjelaskan.

Akibat tindakan pemukulan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian hidung dan mengalami pendarahan. Korban dibawa ke ruang perawatan di Gedung Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Maluku.

Pihak Bandara Pattimura Ambon menyayangkan peristiwa yang menimpa seorang petugas Bandara. Oleh sebab itu, mereka merasa secara institusi antara Angkasa Pura I dan Pemprov Maluku selama ini tengah berhubungan baik.

Aditya menyebut pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku tengah meminta maaf kepada pimpinan Angkasa Pura terkait peristiwa yang menimpa staf mereka.

Berdasarkan informasi, petugas Bandara bernama I Gede Baratha Adi dan rekannya bernama Rio tengah bertugas di pintu masuk keberangkatan.

Korban I Gede dan Rio lalu memanggil sang pelaku yang diketahui ajudan Gubernur. Mereka sempat menanyakan keperluan sang ajudan dan Pass Id Card Bandara.

Sang ajudan marah dan sempat terjadi adu mulut namun Kiki sapaan ajudan mendorong dan memukul korban.

(sai/mik)

[Gambas:Video CNN]