Bupati Tanah Datar Wafat karena Kanker Usus

CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 23:35 WIB
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tanah Datat menyatakan mendiang bupati Irdinansyah sebelumnya sudah tiga pekan dirawat di RSUP M Djamil. Ilustrasi. Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tanah Datat menyatakan mendiang bupati Irdinansyah sebelumnya sudah tiga pekan dirawat di RSUP M Djamil. (Istockphoto/elinedesignservices)
Padang, CNN Indonesia --

Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Irdinansyah Tarmizi, wafat pada Sabtu (19/9) pukul 19.55 di RSUP M Djamil, Padang. Ia disebutkan meninggal karena sakit kanker usus.

Informasi itu diberikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Tanah Datar, Yusrizal, kepada CNNIndonesia.com. Ia mengatakan Irdinansyah sudah tiga pekan dirawat di RSUP M Djamil.

Selain sakit kanker usus, kata Yusrizal, Irdinansyah mengalami sakit pada lututnya. Dulu, kata dia, lututnya dipasang implan untuk mengganti tulang rawan. Sewaktu pengobatan usus di RSUP M Djamil belum lama ini, sakit lutut itu kambuh lagi.


"Beliau sakit kanker usus sejak tahun 2017. Sakit lututnya beriringan dengan sakit usus," ujar Yusrizal.

Yusrizal menerangkan jenazah Irdinansyah disemayamkan dulu di rumah dinas bupati Tanah Datar sebelum dikuburkan di pemakaman keluarganya di Lintau.

Untuk diketahui, Irdinansyah menjabat sebagai bupati Tanah Datar sejak 2016. Sebelumnya, ia menjabat sebagai wakil bupati kabupaten tersebut sejak 2014 sampai 2015.

Ia juga pernah menjadi anggota DPRD Sumbar, yakni periode 2004-2009 dan 2009-2014. Sebelum itu, ia menjadi anggota DPRD Kota Padang selama hampir tiga periode sejak 1992.

Irdinansyah sendiri merupakan kader Golkar, di mana ia pernah menjabat sebagai sekretaris DPD partai tersebut di Sumbar.

Kepala Biro Pemerintahan Pemerintah Provinsi Sumbar, Iqbal, mengatakan posisi Irdinansyah digantikan wakil bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma. Berdasarkan peraturan, Zuldafri menjadi pelaksana tugas bupati Tanah Datar.

"Sebelum cuti kampanye calon kepala daerah, wakilnya naik menjadi pelaksana tugas menggantikan bupati yang meninggal. Namun, karena wakilnya maju pada pilkada, ketika masa cuti kampanye nanti, posisi bupati diisi oleh pejabat sementara. Nanti kami mengusulkan pejabat sementara dari Pemprov Sumbar kepada Kementerian Dalam Negeri," tuturnya.

(adb/kid)

[Gambas:Video CNN]