MUI Ingatkan Bobby-Akhyar: Beri dan Terima Suap Masuk Neraka

CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 02:55 WIB
MUI Kota Medan mengingatkan dua bapaslon di Pilwalkot Medan agar tak melakukan politik uang karena hukuman suap ialah neraka. Dua kandidat di Pilwalkot Medan, Bobby Nasution dan Akhyar Nasution, diingatkan agar tak lakukan politik uang. (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan/Farid)
Medan, CNN Indonesia --

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan meminta dua bakal pasangan calon (bapaslon) di Pilwalkot Medan 2020 tak melakukan politik uang demi meraih kemenangan.

Hal itu dikatakan Ketua Umum MUI Kota Medan Mohd Hatta di Acara Silaturahmi dan Tausiah MUI Medan menghadapi Pilkada Medan, Selasa (22/9). Acara ini dihadiri para bapaslon, yakni Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan Bobby Nasution-Aulia Rachman.

"Jangan menggunakan cara-cara politik uang, karena kata Rasulullah SAW menegaskan orang yang memberi dan menerima suap akan masuk neraka," kata dia.


Hatta menambahkan Pilkada 2020 harus jadi arena untuk berlomba-lomba dalam mewujudkan kebaikan yang diharapkan memajukan warga Medan secara keseluruhan, bukan hanya umat Islam-nya.

"Masing-masing Bapaslon ini jangan menggunakan kampanye hitam," katanya.

"Pemilu ini bukan hanya untuk umat Islam saja tapi juga seluruh warganya yang bisa merasakan hidup dengan tenang, nyaman, damai dan sejahtera," imbuh dia.

Terpisah, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi memastikan pihaknya akan menempatkan 10 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati/Wali Kota untuk 10 daerah di Sumut yang menyelenggarakan Pilkada 2020.

Adapun 10 kabupaten/kota yang diisi Pjs itu antara lain Asahan, Labuhanbatu, Mandailing Natal (Madina), Toba, Samosir, Serdang Bedagai, Nias Selatan, Medan, Tanjungbalai, dan Gunung Sitoli.

"Untuk menjalankan roda pemerintahan dalam proses Pilkada, ada 10 daerah di antaranya akan diisi Pjs, sedangkan 13 daerah lainnya dijabat petahana (incumbent)," kata , Selasa (22/9/2020).

Menurut Edy usulan 10 nama yang akan menjadi Pjs, sudah ditentukan dan hanya tinggal menunggu persetujuan dari Kemendagri. Edy pun berpesan kepada 10 Pjs yang akan bertugas agar tetap menjaga netralitas.

"Lakukan, antar pelaksanaan Pilkada dengan netral," tegasnya.

Secara keseluruhan, ada 23 kabupaten/kota di Sumut yang akan melaksanakan pesta demokrasi pada 9 Desember mendatang. Yakni, Asahan, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara.

Selain itu, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Samosir, Simalungun, Tapanuli Selatan, Toba, Binjai, Medan, Gunungsitoli, Pematangsiantar, Sibolga dan Tanjungbalai.

(fnr/arh)

[Gambas:Video CNN]