Tukang Becak Positif Covid Berkeliaran, Warga Tegal Mengungsi

CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 09:24 WIB
Pemkot Tegal memutuskan untuk menggembok becak milik yang bersangkutan agar berhenti berkeliling dan memenuhi kebutuhannya. Ilustrasi tim kesehatan penanganan virus corona (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah warga Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah, mengungsi karena khawatir tertular virus corona (Covid-19) dari seorang penarik becak yang masih berkeliaran.

Penarik becak tersebut berinisial S. Dia beserta istri dan seorang anaknya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan PCR swab yang keluar pada Senin (14/9) lalu.

"Ada lima warga yang mengungsi jauh dari sini, karena takut dia [S] sering keluar dari rumah, keluyuran begitu," kata Ketua RT 4/ RW 5 Kelurahan Debong Tengah Sahri, dikutip dari dari siaran CNNIndonesia TV, Rabu (23/9).


Sahri mengaku telah menerima aduan beberapa warga yang merasa resah, sebab S tidak mematuhi imbauan pemerintah setempat untuk menjalani isolasi mandiri di rumah. Diketahui, S dan keluarganya merupakan pasien Covid-19 tanpa gejala.

Salah satu tetangga S yang memilih mengungsi, Sunarto, mengatakan yang bersangkutan sempat tidak percaya dengan hasil laboratorium, sebab tubuhnya sehat dan tidak ada gejala klinis. Oleh sebab itu, S tetap melanjutkan aktivitasnya demi dapur tetap mengebul.

"Dia kena covid-19 positif, saya saja bingung maunya dia apa, maka saya pesan supaya ada tindakan cepat dari Pak Wali atau Dinas yang terkait, " kata Sunarto.

Merespons temuan itu, Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi bakal memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga S, agar yang bersangkutan berdiam dan menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Upaya itu juga diharapkan dapat meredam keresahan warga Kelurahan Debong Tengah.

"Satu warga itu minta tuntutan agar dipenuhi kebutuhannya setiap hari, ada macam-macam, ada kopi, popok, minta uang jajan untuk anak, juga makanan, kita juga sudah memberikan itu. Tapi mereka minta lebih dan kita rapatkan itu, " kata Jumadi.

Selain itu, untuk menjamin S tidak lagi menarik becak, pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan dan telah menggembok becak milik S.

"Dengan langkah ini diharapkan bisa meredakan keresahan warga," imbuhnya.

Sementara itu, secara kumulatif, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Tegal per Rabu (23/9) menunjukkan kasus terkonfirmasi positif di angka 179 kasus.

Dari jumlah itu, 92 orang sembuh, kemudian 26 orang menjalani perawatan di Rumah Sakit dan isolasi mandiri, sementara 17 di antaranya meninggal dunia.

(khr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]